Akidah


Menurut bahasa akidah berasal dari kata aqoda-yuqidu-aqdan yang artinya mengikat-ikatan. Menurut agama aqidah adalah keyakinaan hati dan pembenarannya terhadap rukun iman:

  1. Iman kepada Allah SWT sebagai pencipta dan satu-satunya Tuhan yang harus disembah. Hanya kepada Allah kita beribadah dan hanya kepada allah kita meminta pertolongan
  2. Iman kepada para malaikat sebagai makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya. Diantara sekian banyak malaikat ada sepuluh orang yang wajib diketahui oleh seorang mu’min. Mereka adalah: Jibril (pembawa wahyu), Mikail (Pemberi rizki), Isrofil (Peniup sasakala, terompet besar tanda kiamat), Izrail (pencabut nyawa), Munkar (pencatat amal kebaikan), Nakir (pencatat amal keburukan), Rokib-Atid (penjaga di kuburan), Malik (penjaga pintu neraka) dan Ridwan (penjaga pintu sorga).
  3. Iman kepad kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada rasulnya. Allah menurunkan empat buah kita kepada empat orang nabi. Nabi Musa mendapat kitab Taurat, Nabi Daud mendapat kitab Zabur, Nabi Isa mendapat kitab Inzil dan Nabi Muhammad mendapat Al-Qur’an
  4. Iman kepada nabi-nabi dan rasul-rasul Allah sebagai utusanNya yang menyampaikan perintah untuk menyembah Allah. Diantara banyak orang nabi yang Allah utus terdapat 25 orang nabi dan rasul yang harus diketahi oleh umat Islam. Mereka adalah: Adam, Idris, Nuh, Hud, Soleh
  5. Iman kepada hari akhir yang pasti datang. Hidup di dunia adalah sementara, kita pasti akan merasakan kematian. Hari kematian semua makhluk dan kehancuran dunia adalah hari kiamat. Setelah kiamat manusia akan dibangkitkan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di dunia.
  6. Iman kepada Qada dan Qadar yang ditetapkan oleh Allah. Manusia hidup ditentukan oleh Allah, segala yang terjadi di dunia ini adalah kehendakNya. Dan kehendak Allah merupakan pemberian kepada makhluknya, maka sebagai seorang beriman kita harus menerima setiap ketentuan Allah.

Akidah merupakan fondasi yang harus dimiliki seorang mu’min. Aqidah yang benar akan membawanya berjumpa dengan Sang Khaliq.  Hal ini sebagaimana ditetapkan oleh Allah Ta’ala di dalam firman-Nya:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Al Kahfi: 110)

Allah ta’ala juga berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu: Sungguh, apabila kamu berbuat syirik pasti akan terhapus seluruh amalmu dan kamu benar-benar akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65)

Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: