Balig


Balig berasal dari kata Arab balago-yablugu yang berarti sampai. Dalam syariat Islam balig berarti sampainya seorang anak pada usia yang mewajibkan dia melakukan kewajiban-kewajiban agama. Tanda-tanda seorang anak yang telah mencapai balig atau aqil balig adalah:

  1. Ihtilam atau mimpi basah (mimpi melakukan hubungan badan sampai mengeluarkan air mani)
  2. Tumbuh bulu-bulu kasar pada sekitar daerah kemaluan
  3. Haid (khusus bagi anak perempuan)
  4. Tumbuh payudara (khusus bagi anak perempuan)

Adapun masa awal balig seorang anak tergantung pada pertumbuhan fisik dan psikisnya. Terkadang ada yang sudah mencapai balig pada usia 10 tahun ada juga yang baru mencapai balig pada umur 18 demikian yang dituturkan oleh Imam Abu Hanifah.

Anak yang telah sampai pada masa balig akan menjadi seorang mukallaf. Sebagai mukallaf dia harus melaksanakan semua perintah agama dari mulai menutup aurat, melaksanakan shalat sampai menjalankan kewajiban puasa di bulan Ramadhan. Apabila si anak enggan melaksanakan kewajiban agama maka orang tuanya berhak memberi pelajaran kepadanya dengan cara memukulnya selain di bagian kepala. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:

“Perintahkanlah anak-anakmu melaksanakan shalat pada usia tujuh tahun, pukul mereka (jika tidak mau melaksanakan shalat) dalam usia sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka”

Seorang anak perempuan yang telah mencapai usia baligh boleh dinikahkan oleh orang tuanya. Karena dengan ke-baligan-nya si anak perempuan sudah mencapai titik dimana dia menjadi wanita seutuhnya.

Anak laki-laki yang sudah mencapai usia balig harus dipisah tempat tidurnya dari ibunya dan apabila mau masuk kamar ibunya dia harus meminta izin. Sebagaimana diterangkan dalam Al-Quran surah An-Nur ayat 59;

“Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Jika anak yang sudah mencapai usia balig itu adalah seorang anak yatim maka dia sudah berhak memiliki hartanya sendiri. Sebagaimana Allah jelaskan melalui surat An-Nisa ayat 2:

“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.”

Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: