Cordoba


Cordoba merupakan sebuah kota di Spanyol yang pernah menjadi tanda kebesaran Islam di benua biru. Pada tahun 711 M atau 93 H, panglima perang Islam bernama Thariq ibn Jizad berhasil mendarat di daratan Spanyol yang mereka sebut sebagai Andalusia. Pasukan Islam ini berhasil mengalahkan bangsa Goth yang berasal dari Jerman Barat.

Penaklukan Cordoba dilakukan pada malam hari. Mugith Ar- Rumi dengan pasukan berkudanya berhasil mendobrak tembok Cordoba. Selain menguasai Cordoba, pasukan tentara Islam juga menaklukan wilayah-wilayah lain di Spanyol seperti, Toledo, Seville, Malaga serta Elvira. Selama pemerintahan Umayyah berpusat di Damaskus, Toledolah yang dijadikan ibu kota Spanyol. Cordoba baru menjadi ibukota Spanyol ketika dinasti tersebut  ditumbangkan oleh Dinasti Abbasiyah tahun 750 M.

Abdurrahman Ad-Dakhili, seorang pangeran Umayyah yang berhasil lolos dari pembantaian yang dilakukan oleh bani Abbasiyah menyeberang ke Andalusia. Ketika ia menginjakan kakinya di Andalusia, sedang terjadi perang antara Al-Himyariyah, kelompok Islam dari Yaman dan Al-Mudhariyah, kelompok Islam dari Afrika Utara yang dipimpin oleh Yusuf Al-Fihri. Al-Himyariyah yang selalu didzolimi oleh Al-Mudhariyah menerima baik kedatangan Abdurrahman. Mereka meminta Abdurrahman memimpin pasukan untuk melawan pasukan Yusuf Al-Fihri.

Pada tahun 758 M/139 H Abdurrahman memimpin pasukan Al-Himyariyah menuju Cordoba. Setelah berhasil mengalahkan pasukan Al-Mudhariyah, Abdurrahman Ad-Dakhili menobatkan dirinya sebagai Sultan dan berkuasa selama 33 tahun. Setelah dia wafat, putranya yang bernama Hisyam menggantikan kedudukannya sebagai Sultan di Cordova.

Selama masa pemerintahannya Hisyam melakukan banyak pembaharuan di kota Cordoba. Diantaranya adalah: menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa pengetahuan, sehingga hampir semua orang di Andalusia pada waktu itu bisa berbicara Arab. Peninggalan Hisyam yang paling fenomenal adalah Masjid Al-Hamra yang ia bangun di pusat kota Cordoba. Masjid ini merupakan bangunan tercantik di zamannya. Setelah keruntuhan dynasty Umayyah di Andalusia, masjid Al-Hamra diubah fungsi menjadi gereja.

Masa keemasan Cordoba terjadi ketika Abdurrahman III atau yang lebih terkenal dengan sebutan An-Nasir memegang tampuk kekuasaan. Pada tahun 929 setelah menaklukan kerajaan Navarra, Abdurrahman III memproklamirkan diri sebagai seorang khalipah. Dan Andalusia menjadi ‘The Second Umayyad Dynasty’, dengan Cordoba sebagai ibukotanya.

Menurut catatan sejarawan Muslim, pada masa itu Cordoba sudah mensejajarkan diri dengan Baghdad, ibu kota Abbasiah dan Konstantinopel sebagai kota terbesar dengan jumlah penduduk yang besar pula. Selain terkenal sebagai kota besar Cordoba juga terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan. Universitas Cordoba yang dibangun oleh An-Nasir menjadi tujuan utama para pencari ilmu. Para pelajar dari Eropa berdatangan mengais ilmu di kelas-kelas universitas Cordoba. Bisa dikatakan Cordoba merupakan pintu kemajuan bagi bangsa Eropa, karena sebelum ada Cordoba mereka hidup dalam gelap gulita.

Salah satu mahasiswa Kristen yang menuntut ilmu di Spanyol adalah Gerbert d’Aurillac (945-1003), yang kemudian menjadi Paus Sylvester II. Selepas belajar matematika di Spanyol, dia kemudian mendirikan sekolah katedral dan mengajarkan aritmatika dan geometri kepada para muridnya.

Kemasyuran Cordoba tidak hanya berhenti di zaman An-Nasir, geliat ilmu pengetahuan makin hebat terjadi di masa-masa selanjutnya. Al-Hakam Al-Muntasir menjadi pendorong bagi rakyatnya untuk menggali ilmu dengan membangun fasilitas pendidikan. Sebanyak 27 sekolah swasta berdiri pada masa itu. Gedung perpustakaan mencapai 70 buah menambah semarak perkembangan ilmu pengetahuan. Jumlah pengunjungnya mencapai 400 ribu orang. Padahal, volume kunjungan perpustakaan besar di Eropa lainnya, kala itu, paling tinggi mencapai 1.000 orang. Saat itu, terdapat 170 wanita yang berprofesi sebagai penulis kitab suci Alquran dengan huruf Kufi yang indah. Anak-anak fakir miskin pun bisa belajar secara gratis di 80 sekolah yang disediakan Khalifah.

Perkembangan ilmu pengetahuan di Cordoba melahirkan banyak ilmuan yang mendunia diantaranya adalah Ibn Rusydi atau lebih dikenal sebagai Averrous di kalangan ilmuan Eropa. Ia adalah seorang filosof yang banyak mengkaji ilmu Yunani kuno yang kemudian diintegrasikan dengan Islam.  Demikian juga lahir seorang ulama yang mujtahid yaitu Ibnu Hazm Al-Andalusi yang menulis kitab Taukul Hamamah. Ada juga seorang mufasir kenamaan yaitu Al-Qurtubi yang menulis kitab tafsir Al-Qurtubi. Kemudian pakar kesehatan moder, Az-Zahrawi, yang memperkenalkan teknik keperawatan dan menciptakan  alat bedah dan teknik terbaru bedah luar dan dalam. Ia menulis buku medis bergambar yang dijadikan referensi oleh pakar kedokteran Eropa.

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: