From Zero to Hero

Perhelatan akbar pesta olahraga negara-negara Asia di Guangzhou China telah berlangsung 6 hari. Tuan rumah sesuai prediksi melaju sendiri dalam pengumpulan medali, negara juara umum olimpiade ini menunjukan kedigdayaannya di atas semua bangsa Asia di ranah olahraga. Diyakini perolehan medali China tidak mungkin bisa dikejar oleh saingan-sainganya sampai Asian Games selesai.

Kehebatan China dalam mendulang emas, membuat saya sebagai anak bangsa Indonesia diselimuti rasa iri. Dalam benak saya berucap, ‘Kapan Indonesia bisa mendapat medali emas?’. Hampir satu minggu pertandingan di segala cabang memainkan partai final, namun tidak satu pun anggota kontingen Merah Putih yang mampu berdiri di tangga juara. Rasa iri kemudian berubah menjadi kesedihan setelah melihat tabel perolehan medali sementara, ternyata tetangga kita negeri serumpun yang dulu pernah belajar dari Indonesia berjaya dengan 3 emas. Atlet Malaysia seolah menyadarkan saya pada fakta bahwa kini mereka lebih baik.

Ketika kesedihan itu hampir berbuah rasa kecewa karena melihat banyaknya atlet-atlet Indonesia yang gugur sebelum partai puncak, Danau zengcheng memberi angin sorga. Team perahu naga putri menyumbang medali perak dan team putra menyumbang emas. Emas pertama yang ditunggu hampir satu minggu, Emas pertama yang membuat diri tidak terlalu berkecil hati, Emas pertama yang bikin bangga.

Team perahu naga putra berhasil mengibarkan Sang Merah Putih dalam iringan Indonesia Raya di pentas Asian Games. Haru-biru mewarnai keberhasilan mereka, saya sendiri yang jauh dari arena merasakan getaran bangga. Prestasi ini menjadi luar biasa karena hampir-hampir semua orang tidak percaya dengan kemampuan team perahu naga Indonesia. KONI sebagai induk semua cabang olahraga sempat akan mencoret team perahu naga dalam daftar kontingen Indonesia yang akan diberangkatkan ke China.

Achmad Sutjipto, ketua umum PB PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Indonesia) tidak kurang menyatakan rasa bangga akan prestasi yang diukir atlet-atletnya, ‘”Awalnya tim cabang ini akan dicoret, namun kami mampu membuktikan kepercayaan yang diberikan kepada tim ini,”.

Team Perahu Naga telah membuktikan bahwa keyakinan bisa mengalahkan persepsi orang. Biarpun sejuta manusia tidak percaya akan kemampuan kita, jika kita yakin dengan kemampuan pribadi, kita pasti bisa.

Bravo pak Sutjipto, Bravo team Perahu Naga Putra… you are my hero

Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: