Ghanimah


Ghanimah adalah istilah bagi harta yang diperoleh setelah menaklukan musuh dalam sebuah peperangan. Oleh sebab itu ghanimah disebut sebagai harta rampasan perang. Meskipun istilahnya rampasan, hukum menggunakan dan mengambil manfaat dari ghanimah adalah halal. Seorang prajurit yang telah berjuang di jalan Allah kemudian berhasil menaklukan musuh-musuhNYA berhak mendapatkan ghanimah

“Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.” (QS Al-Fath; 20)

Ghanimah adalah milik Allah dan Rasulnya. Hal ini jelas tergambar dalam Al-Qur’an surat Al-Anfal ayat 1 yang menerangkan tentang kejadian setelah berakhirnya perang Badar

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأنْفَالِ قُلِ الأنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman”.

Harta rampasan perang mutlak harus diserahkan kepada Allah dan RasulNYA supaya tidak ada pertentangan diantara para pejuang Islam setelah memenangi perang hanya karena rebutan ghanimah.

“Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS Al-Anfal : 41)

Sebelum dibagikan kepada para prajurit islam 1/5 harta rampasan perang diserahkan kepada Rasul. Beliau akan membagi-bagikan untuk: modal berjuang di jalan Allah, rasul dan kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnu sabil. 4/5 dari harta rampasan perang dibakikan kepada prajurit yang ikut berperang.

Cara pembagian ghanimah pada zaman rasul dilihat dari kontribusi seorang prajurit dalam perang. Oleh karena itu prajurit berkuda mendapat ghanimah lebih banyak dari prajurit yang berjalan kaki. Karena prajurit berkuda membawa modal berupa kuda tunggangan sendiri untuk berjuang di jalan Allah, selain pedang dan tentu raga dan nyawanya.

Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:

“Bahwa Rasulullah saw. membagikan hasil rampasan perang untuk prajurit berkuda sebanyak dua bagian dan untuk prajurit pejalan kaki satu bagian.” (Shahih Muslim No.3308)

 

Ghanimah hanya diperbolehkan oleh Allah kepada pengikut nabi Muhammad saw. Nabi-nabi sebelum beliau tidak diperbolehkan menggunakan ghanimah untuk dirinya sendiri dan pasukannya.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Harta rampasan perang itu sama sekali tidak dihalalkan kepada satu umat pun sebelum kita. Hal itu karena Allah Taala mengetahui kelemahan serta kekurangan kita, maka Allah menghalalkannya untuk kita.” (Shahih Muslim No.3287)

Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: