Hibah


Hibah adalah pemberian berupa harta kepada orang lain tanpa mengharapkan pengganti. Hibah juga boleh diberikan kepada keturunan, anak atau cucu. Perbedaan hibah dan wasiat adalah pemberian hibah dilaksanakan pada waktu orang yang memberi hibah masih hidup sedangkan wasiat pelaksanaannya setelah orang yang memberi wasiat meninggal dunia.

Dasar utama hukum hibah adalah Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 177

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”

Berdasarkan ayat di atas ulama sepakat bahwa hukum hibah adalah sunnah atau dianjurkan.

Barang yang sudah dihibahkan secara otomatis telah beralih kepemilikan. Pemberi hibah sudah tidak berhak lagi akan barang yang sudah dihibahkan. Meskipun barang tersebut dijual oleh penerima hibah maka pemberi hibah tidak diperbolehkan membelinya. Hal ini sesuai dengan perintah Rasul kepada Umar ibn Khattab

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: “Bahwa Umar bin Khathab pernah menyedekahkan seekor kuda kepada seseorang yang berperang di jalan Allah, kemudian ia mendapatkan kuda itu dijual. Maka ia ingin membelinya. Ia menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda: “Janganlah kamu membelinya dan jangan pula kamu tarik kembali sedekahmu.” (Shahih Muslim No.3046)

Ahli waris pemberi hibah tidak berhak menuntut harta yang telah dihibahkan oleh ayahnya sebagaimana pemberi hibah tidak boleh mengambil kembali barang yang telah dihibahkan. Bahkan Rasul saw mengibaratkan orang yang menarik kembali hibahnya seperti seekor Anjing yang menjilat muntahnya

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.: Bahwa Nabi saw. bersabda: “Perumpamaan orang yang menarik kembali sedekahnya seperti anjing yang muntah kemudian ia kembali kepada muntahnya lalu memakannya.” (Shahih Muslim No.3048)

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: