Nikmatnya Bakso Sertifikasi

Kemarin siang tepatnya jam 11.00 wib saya menyantap satu mangkuk bakso di kantor sekolah. Makan bakso bagi saya dan juga mayoritas penduduk pulau Jawa adalah suatu hal lumrah, bahkan presiden Amerika Barack Obama sakalipun tertular penyakit doyan bakso gara-gara tinggal selama 4 tahun di Jakarta. Namun makan bakso di kantor sekolah saat jam istirahat terasa berbeda, ditambah lagi makan bersama-sama semua guru.

Bahagia dalam kebersamaan bisa dijadikan kesimpulan dari keadaan guru-guru saat makan bakso bersama di kantor sekolah. Senyuman tersebar, canda membahana, terdengar berkali-kali tawa pecah ketika satu guyonan ditimpali dengan guyonan lain yang lebih nendang, dan yang paling membahagiakan tentunya perut kosong bisa terisi dengan menu semangkuk bakso. Jika tidak dianggap berlebihan, makan bakso bersama di kantor sekolah saat jam istirahat membuat semangat menuntaskan 2 jam pelajaran yang tersisa menggelora.

Seingat saya moment makan bakso bersama semua guru di kantor sekolah pada jam istirahat baru pertama kali terjadi di pesantren UQI. Lebih special lagi acara makan bakso bareng tersebut free alias gratisan. Kali ini bukan pihak yayasan yang bermurah hati membagi bermangkuk-mangkuk bakso, tapi seorang teman guru. Katanya traktiran bakso sebagai ungkapan rasa syukur atas cairnya tunjangan profesi dari pemerintah.

Ketika menyantap bakso, dalam hati saya berbisik ‘ini bakso sertifikasi’. Ajaib! saat kata-kata itu menyelinap dalam hati, setiap gigitan bakso, suapan mie dan uyupan kuah terasa lebih nikmat. Ternyata setiap buah kesyukuran itu selalu mendatangkan kenikmatan. ‘Bersyukurlah maka Allah akan menambah nikmat bagimu’, sungguh benar firman Allah tersebut.

Nikmatnya bakso sertifikasi bukan hanya saya yang merasakan, guru-guru lain juga pastinya merasakannya, tukang bakso juga dalam diam merasakan nikmatnya keuntungan yang dia dapat dari orderan tersebut. Jika semua objek merasakan kenikmatan, bagaimana dengan sebjeknya? Tentunya teman guru yang bermurah hati mentraktir bakso telah merasakan kenikmatan hasil kelipatan kenikmatan penyantap bakso traktiran dan tukang bakso. Dia telah menjadikan dirinya lebih bahagia dengan memberikan kebahagiaan kepada orang lain.

Diam-diam saya pun berniat, ‘mudah-mudahan sebelum dapat uang sertifikasi saya bisa berbagi dengan orang lain. Tidak mesti besar tentunya, tidak mesti banyak juga, yang pasti harus datang dari hati yang rela’.



Leave a comment

1 Comment

  1. nuril

     /  November 18, 2010

    seru-seru!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: