Pujian yang Merugikan

Pada suatu pagi yang cerah seekor Gagak hitam terbang rendah di area pemukuman penduduk. Setelah beberapa kali berputar-putar akhirnya Gagak tersebut mendarat tepat di sasaran, sebuah nampan besar berisi dagang yang sedang dijemur pemiliknya. Tanpa menunggu lama, paruh Gagak menghujam satu potong daging kemudian terbang menjauh.

Setelah merasa aman, gagak yang beruntung itu singgah di sebuha batang pohon. Dari kejauhan, seekor Anjing memperhatikan kedatangan Gagak Hitam. Penasaran dengan apa yang dijepit kedua paruh Gagak, Anjing datang mendekat. Tanpa diketahui Gagak, Anjing memandang tepat ke arah paruh Gagak. Air luirnya mengalir melihat sepotong daging yang sedang dijepit paruh Gagak. Dia berkhayal alangkah lezatnya potongan daging itu untuk mengobati rasa lapar di perutnya. Anjing pun berinisiatif merebut daging itu dari Gagak Hitam. Tentunya dengan jalan aman tanpa kekerasan

Anjing             :” Wahai sahabatku Gagak Hitam yang rupawan, sedang apakah gerangan di sana”?

Gagak tidak menjawab, dia hanya melihat sekilas ke bawah kemudian memalingkan wajah

Anjing             :”Semua orang membicarakan kemerduan suaramu. Aku pun menjadi pengagum suara indahmu sejak dulu. Wahai Gagak rupawan berilah aku kesempatan mendengarkan sedikit anugerah yang telah Tuhan Berikan Kepadamu.”

Anjing             :”Bernyanyilah untuk pemujamu yang malang ini meski hanya satu bait syair”

Mendengar kata-kata manis yang terlontar dari mulut Anjing, kekukuhan Gagak runtuh. Dia sudah serasa terbang ke angkasa tanpa mengepakkan sayap. Gagak benar-benar telah terpesona kepada diri sendiri. Dan dia sangat berterima kasih kepada sahabatnya Anjing yang telah membangkitkan kebanggaan dalam dirinya. Gagak yang sedang melayang-layang ditiup pujian dengan penuh semangat membuka paruhnya untuk berdendang. Saking semangatnya bernyanyi dia tidak peduli dengan potongan daging yang terjatuh dari paruhnya.

Tanpa membuang kesempatan, Anjing licik menyergap potongan daging yang terjatuh dari paruh Gagak. Dia pun berlalu meninggalkan Gagak yang masih bernyayi dengan suara falsnya.

Pujian selalu terdengar manis di pendengaran. Siapa yang tidak mau dipuji? Siapa yang tidak senang mendengar pujian?. Sudah menjadi kodrat manusia menyenangi pujian. Semua manusia merasa bahagia apabila diberikan pujian. Pujian akan menjadi bumbu yang membuat kehidupan bertambah lezat. Dengan dipuji oleh orang tua seorang anak akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Dengan pujian dari guru seorang murid sekolah akan semakin semangat belajar. Dengan pujian dari atasan para pekerja akan berusaha bekerja maksimal.

Sebaliknya  makian adalah pil pahit bagi semua golongan manusia. Mendapatkan makian dari siapa pun membuat seorang manusia merasa marah karena dianggap rendah. Makian selalu menjadi night mare bagi siapa pun terlebih jika makian berasal dari orang terdekat atau yang dicintai maka kadar kesakitan akibat makian itu menjadi berlipat ganda. Makin membuat orang kontra produktif. Di sekolah akan mengakibatkan turunnya minat belajar, di kantor membuat rendah etos kerja di masyarakat membuat kehidupan sosial menjadi berantakan.

Meskipun pujian bisa menjadi pil penambah stamina dan semangat, jika diberikan secara berlebihan bisa berakibat fatal. Orang yang kebanyakan dipuji akan tumbuh menjadi seorang egois yang keras kepala. Dia merasa semua yang berkaitan dengannya adalah yang terbaik sehingga sudah tidak membutuhkan sesuatu dari orang lain. Fatalnya orang seperti ini tidak pernah merasa salah karena kesalahan hanya milik orang lain. Dalam kasus ini pujian bisa membunuh karakter seseorang.

Terlebih lagi jika pujian diberikan kepada orang yang tidak berhak mendapatkannya. Pujian model ini bisa menjerumuskan. Seorang teman yang memiliki suara pas-pasan suatu saat dipuji oleh teman-teman yang lain bahwa suaranya uniq. “Suara kamu sangat cocok untuk lagu-lagu berirama country”, demikian pujian teman-teman kepadanya. Akhirnya pada sebuah pesat perpisahan si teman yang dipuji memiliki suara uniq nekat maju ke panggung meminta pemain keyboard memainkan melodi lagu ‘Beautiful Girl’. Seiring dengan music mengayun, dia pun mulai membuka suara. Semua orang terdiam, melongo tidak percaya. Suaranya yang tidak lentur memukul-mukul seolah ingin menghantam semua telinga yang ada di ruangan itu. Dia pun turun dengan muka merah padam, menahan rasa malu yang menyelimuti sekujur tubuhnya.

Seperti dalam kisah Gagak dan Anjing di atas, pujian yang tidak sesuai dengan kenyataan berakibat kerugian. Andaikan Gagak tidak termakan oleh pujian Anjing niscaya hari itu dia sudah bisa menikmati sepotong daging, tapi sayang Gagak tidak tahan puji, dia pun kehilangan sepotong daging yang susah payah dia curi dari rumah seorang penduduk. Orang yang memuji kita dengan sesuatu yang tidak kita miliki merupakan keturunan penjilat. Mereka hanya datang untuk mengambil sesuatu dari kita dan langsung pergi begitu sudah mendapatkan apa yang dia mau.

Di zaman sekarang banyak terjadi penipuan berkedok kebaikan. Para penipu itu datang dengan senyuman dan tentu juga pujian. Mereka memuji hanya agar kita memberikan sesuatu yang kita miliki kepadanya. Para gadis remaja sering kali menjadi korban penipu cinta yang datang dengan sekeranjang pujian gombal lalu pergi tanpa pesan setelah menyemaikan benih di rahim gadis korban. Para pemuji macam ini hanya meninggalkan bekas kerusakan di mana pun dia berada.

Mari kita berhati-hati terhadap pujian yang sering datang tanpa jadwal. Terlebih lagi jika pujian tersebut tidak sesuai dengan kwalitas yang kita miliki. Percayalah terbuai oleh pujian model seperti itu hanya akan menyeret kita ke jurang kerugian dan kehancuran.



Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: