Ka’bah

Ka’bah adalah bangunan berbentuk kubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter terletak di kota Mekah yang dijadikan kiblat oleh umat Islam di seluruh dunia. Setiap musim haji, jutaan muslimin dan muslimat dari berbagai bangsa dan Negara menziarahi Ka’bah. Ka’bah sebagai symbol umat Islam memiliki sejarah yang sangat panjang. Banyak ulama berpendapat bahwa usia ka’bah melampaui usia umat Islam di dunia. Hal ini bisa diamini jika kita mencermati Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 96

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

Bukti lain yang memperkuat keberadaan Ka’bah sebagai rumah ibadah manusia yang paling tua adalah Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 37

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”

Nabi Ibrahim as dan putranya Ismail as bukanlah manusia pertama yang membangun Ka’bah. Sebelum mereka singgah di kota Makah, Ka’bah sudah berabad-abad lalu dibangun oleh malaikat atas perintah Allah swt. Nabi Ibrahim dan Ismail as hanya mendirikan kembali bangunan Ka’bah yang pada waktu itu sudah rusak. Peristiwa ini diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 127

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Bukti lain bahwa Ka’bah dibangun oleh para malaikat adalah keberadaan Hajar Aswad di dalam Ka’bah (sekarang Hajar Aswad diletakan disisi luar Ka’bah agar memudahkan kaum mulimin dan muslimat menciumnya) yang diyakini sebagai batu sorga.

Sebelum kelahiran nabi Muhammad saw, Abrahah seorang penguasa Yaman dan bala tentaranya yang mengendarai gajah berusaha menghancurkan Ka’bah dengan menyerang kota Mekah. Abrahah dan pasukan bergajahnya tidak sempat menghancurkan Ka’bah karena Allah swt mengirim bala tentara burung Ababil dari langit yang melempari mereka dengan kerikil dari neraka. Peristiwa penyerangan pasukan bergajah Abrahah diabadikan dengan penyebutan tahun itu sebagai tahun gajah, tahun dimana Rasul lahir.

Ka’bah pernah direnovasi oleh bangsa Quraish pada sekitar lima tahun sebelum kerasulan nabi Muhammad saw. Waktu itu terjadi perselisihan diantara para pemuka suku Quraish perihal siapa yang berhak meletakkan kembali Hajar Aswad ke tempatnya. Akhirnya Muhammad Al-Amien diangkat menjadi penengah. Perpecahan dan peperangan antar suku Quraish tidak terjadi berkat kepiawaian Muhammad dalam menyelesaikan masalah peletakan Hajar Aswad. Beliau membentangkan sehelai kain dan meletakkan Hajar Aswad di tengahnya, kemudian para ketua suku diminta memegang setiap sisi kain dan mengangkatnya ke tempat Hajar Aswad. Setelah sampai di tempanya, Muhammad sendiri yang meletakan Hajar Aswad.

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: