Tikus dan Singa


Kisah Cicak dan Buaya sempat meramaikan media masa. Cicak yang diibaratkan sebagai Komisi Pemberantasan Korupsi dianggap tidak akan mampu melawan Buaya atau satuan Polisi Republik Indonesia. Simsalabim abakadabra, Cicak pun lepas dari cengkraman Buaya berkat dukungan masyarakat Indonesia yang sudah geram melihat kelakuan Buaya. Masyarakat sudah hapal benar karakter buaya, dimana pun tinggalnya tetap sama, mau buaya laut, buaya rawa atau buaya darat, semuanya buaya.

Jika kisah Cicak dan Buaya berakhir dengan kemenangan Cicak diatas kekesalan Buaya, lain lagi dengan kisah Tikus dan Singa yang biasa dipelajari oleh santri kelas dau Madrasah Tsanawiyah di pondok-pondok modern.  Kisahnya berakhir peace ending.

Berikut ini kisahnya

Seekor Singa yang biasa berburu pada malam hari, suatu pagi tidur lelap di bawah sebuah pohon rindang. Ketika sedang asik menikmati mimpi, sesuatu jatuh dari atas pohon tepat menimpa kepalanya. Singa pun terbangun kaget, kaki depannya mencari-cari sesuatu yang telah menimpa kepalanya.

Ternyata seekor tikus terpeleset ketika memanjat pohon kemudian jatuh tepat di atas kepala Singa. Singa murka, ditangkapnya tikus malang itu, kemudian dibuka mulutnya untuk menggigit si tikus. Tikus meronta-ronta, memohon ampunan atas kecelakaan yang menimpa dirinya.

Tikus   :”Maafkan saya wahai raja rimba, saya tidak sengaja mengganggu tidur paduka”

Singa   :”Tidak sengaja katamu?”

Tikus   :”Benar paduka, saya terpeleset waktu memanjat pohon ini. Mohon jangan sakiti saya, kasihanilah saya yang lemah dan tidak berdaya ini. Jika paduka melepaskan saya, saya akan menjadi hamba paduka yang setia.”

Singa   :”Ha…ha…, ini hari keberuntungan kamu. Pergilah, aku masih mengantuk.”

Dua hari setelah kejadian, Singa bernasib malang. Dia terjerat perangkap yang dipasang oleh seorang pemburu. Singa meraung-raung tidak berdaya melepaskan diri dari tali-tali yang mengekang tubuhnya. Raungan singa terdengar oleh tikus yang kemarin lusa dibebaskannya. Si tikus berlari kencang ke arah raunga. Ketika sampai di hadapan Singa yang nampak sudah putus asa, tikus berkata kepadanya “Janagn takut, hari ini saya akan menolong paduka.”

Tikus segera mengigit tali-tali pemburu dengan gigi-giginya yang tajam. Satu demi satu tali terlepas, akhirnya Singa pun bisa bebas dari jeratan pemburu. SAmbil menghirup udara kebebasan singa berkata:

“Tidak aku sangka hewan lemah seperti dirimu bisa melakukan sesuatu yang aku sendiri tidak mampu melakukannya”.

Si Tikus pun menjawab

“Jangalah paduka menghina bawahan, karena segala sesuatu memiliki kelebihan masing-masing.”

Singa berterimakasih kepada Tikus dan berjanji tidak akan bersikap arogan lagi, karena dibalik kelemahan pasti ada kekuatan yang tersembunyi.

Previous Post
Next Post
Leave a comment

1 Comment

  1. ahmad zubair

     /  November 24, 2010

    Goood,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: