Najis

Najis dalam islam berarti benda yang kotor yang dapat menghalangi seorang muslim melakukan perintah agama seperti shalat dan berhaji. Najis dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu:

  1. Najis Mukhaffafah atau najis ringan

Benda yang termasuk najis ringan adalah adalah air kencing anak laki-laki yang belum makan sesuatu kecuali air susu ibunya.

  • Hadis riwayat Aisyah istri Nabi ra.: Bahwa Nabi saw. pernah didatangi orang-orang yang membawa beberapa bayi, kemudian beliau mendoakan dan menyuapi mereka. Lalu seorang anak kencing dan mengenai beliau. Lantas beliau meminta air dan menuangkannya pada air kencing tadi dan tidak mencucinya. (Shahih Muslim No.430)

 

  • Hadis riwayat Ummu Qais binti Mihshan ra.: Bahwa ia datang kepada Rasulullah saw. dengan membawa putranya yang belum pernah makan makanan, kemudian meletakkannya di pangkuan beliau, lalu bayi tersebut kencing. Beliau hanya menyiramnya dengan air. (Shahih Muslim No.432)

 

Berdasarkan hadith di atas cara mensucikan najis mukhaffafah adalah dengan memerciakan air ke tempat yang terkena najis

 

  1. Najis Mutawasthah atau najis sedang

 

Benda yang termasuk najis sedang adalah segala sesuatu yang keluar dari kubuk dan dubur manusia atau binatang, darah, bangkai selain bangkai manusia, belalang dan hewan laut, benda cair yang memabukkan, susu hewan yang tidak halal dimakan.

 

Cara membersihkan najis sedang adalah dengan mencucinya atau juga megeriknya jika benda tersebut sudah mongering sebagaimana sabda rasul tentang membersihkan darah haid

 

  • Hadis riwayat Asma ra., ia berkata: Seorang wanita datang kepada Nabi saw, ia berkata: Salah seorang di antara kami, pakaiannya terkena darah haid. Apa yang harus dilakukannya? Beliau bersabda: “Mengerik darah itu, lalu menggosoknya dengan air, kemudian dibasuh. Setelah itu ia boleh salat dengan pakaian tersebut.” (Shahih Muslim No.438)

 

Air mani meskipun keluar dari kubul manusia tidak termasuk benda najis, hal ini berdasarkan hadith rasul saw yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin Aisyah ra

 

  • Hadis riwayat Aisyah ra.: Dari Alqamah bahwa seseorang datang kepada Aisyah, kemudian Aisyah berkata: Seandainya engkau melihat mani, maka engkau cukup mencuci tempatnya saja, kalau engkau tidak melihatnya, engkau siram air di sekitarnya. Aku pernah mengerik mani pada pakaian Rasulullah saw. dengan sekali kerik, kemudian beliau memakainya untuk salat. (Shahih Muslim No.434)

 

  1. Najis Mughaladzah atau najis besar

 

Najis mughaladzah adalah najis dari anjing dan babi. Seseorang dianggap terkena najis mughaladzah jika ia dijilat oleh anjing atau babi atau memegang keduanya dalam keadaaan basah. Bersentuhan dengan anjing atau babi dalam keadaaan sama-sama kering tidak mendatangkan najis.

 

Cara membersihkan najis mughaladzah adalah dengan cara mencucinya tujuh kali dengan salah satu basuhan dicampur dengan tanah.

 

  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Apabila anjing minum (dengan ujung lidahnya) dalam wadah milik salah seorang di antara kalian, hendaklah ia membuang airnya kemudian membasuh wadah itu tujuh kali.” (Shahih Muslim No.418)
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: