Qurban

Kata qurban berasal dari fiil qaruba-yaqrabu-qurban-wa qurbaanan yang berarti mendekati atau menghampiri. Sedangkan menurut syariat qurban adalah hewan sembelihan yang disembelih untuk tujuan mendekatkan diri kepada Allah.

 

Qurban sudah ada pada awal kehidupan manusia. Adalah Kabil dan Habil putra nabi Adam yang pertama-tama diperintahkan untuk berqurban karena sama-sama menginginkan Ikrimah untuk menjadi istri. Nabi Adam memutuskan agar mereka berkurban kepada Allah dan barang siapa yang kurbannya diterima maka dia berhak menikahi Ikrima.

 

Kabil membawa sayur-mayur dan buah-buahan hasil ladangnya sedangkan Habil membawa domba dari peternakannya. Karena Habil mempunyai hati yang bersih dan berqurban karena ingin mendapat ridha dari Allah swt, maka domba qurbannya diterima Allah.

 

“Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.(QS Al-Maidah : 27)

 

Sejarah lain yang berkaitan dengan qurban adalah peristiwa mimpi nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya Ismail. Pada akhirnya Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba gibas

 

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar” (QS as-Shaffat : 107)

 

Hukum melaksanakan qurban bagi umat Islam adalah sunah bagi yang mampu sebagaimana pendapat para ulama salaf “Qurban itu hukumnya sunnah bagi orang yang mampu (kaya), bukan wajib, baik orang itu berada di kampung halamannya (muqim), dalam perjalanan (musafir), maupun dalam mengerjakan haji.” Ukuran mampu di sini adalah yang memiliki kelebihan harta setelah digunakan untuk kebutuhan primer dan sekunder.

 

Dasar hukum dari disunahkannya qurban adalah firman Allah swt dan Hadith Nabi saw

 

“Maka dirikan (kerjakan) shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.” (QS Al Kautsar : 2)

 

“Aku diperintahkan (diwajibkan) untuk menyembelih qurban, sedang qurban itu bagi kamu adalah sunnah.” (HR. At Tirmidzi)

 

“Telah diwajibkan atasku (Nabi SAW) qurban dan ia tidak wajib atas kalian.” (HR. Ad Daruquthni)

 

Adapun ketentuan waktu qurban adalah setelah pelaksanaan shalat Iedul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah berlanjut sampai hari ketiga yang dinamakan ayyamul tasyrik

 

Barangsiapa menyembelih qurban sebelum sholat Idul Adh-ha (10 Zulhijjah) maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa menyembelih qurban sesudah sholat Idul Adh-ha dan dua khutbahnya, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya (berqurban) dan telah sesuai dengan sunnah (ketentuan) Islam.” (HR. Bukhari)

“Semua hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah) adalah waktu untuk menyembelih qurban.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

 

Ketentuan binatang qurban adalah: Hewan peliharaan seperti kambing, sapi, kerbau atau unta adapun itik dan semua jenis unggas tidak termasuk hewan qurban. Hewan qurban harus sehat jasmani tanpa memiliki catat apapun dan harus berkelamin jantan yang sudah copot giginya atau umur satu tahun lebih bagi kambing atau domba, umur dua tahun masuk tiga bagi kerbau dan sapi dan lima tahun bagi unta.

 

Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: