Riba

Riba secara etimologi berarti bertambah, tumbuh atau naik. Sedangkan istilah riba menurut syariat Islam yang dianggap mengakomodir pendapat banayk ulama adalah definisi riba versi  Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu dalam Syarah Bulughul Maram, bahwa makna riba adalah: “Penambahan pada dua perkara yang diharamkan dalam syariat, adanya tafadhul (penambahan) antara keduanya dengan ganti (bayaran), dan adanya ta`khir (tempo) dalam menerima sesuatu yang disyaratkan qabdh (serah terima di tempat).”

 

Hukum riba adalah haram sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 275

الرِّبَا وَحَرَّمَ الْبَيْعَ اللهُ وَأَحَلَّ

“Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (Al-Baqarah: 278-279)

Para ulama berbeda pendapat tentang barang yang termasuk riba, Sebagian menyakini bahwa riba hanya terjadi pada enam barang yang disebutkan dalam hadith nabi saw yang diriwayatkan oleh Umar ibn Khattab yaitu: Emas, perak, burr (suatu jenis gandum), sya’ir (suatu jenis gandum), kurma dan garam.

“Emas dengan emas, perak dengan perak, burr dengan burr, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma dan garam dengan garam harus sama (timbangannya), serah terima di tempat (tangan dengan tangan). Barangsiapa menambah atau minta tambah maka dia terjatuh dalam riba, yang mengambil dan yang memberi dalam hal ini adalah sama.” (HR. Muslim)

Sedangkan pendapat terbaru Imam Syafi’ie menambahkan bahwa semua barang yang bisa dimakan atau diminum baik itu yang ditakar atau yang ditimbang bisa termasuk riba. Sebagai contoh adalah menukar satu buah jeruk dengan dau buah jeruk yang sama, ini termasuk praktek riba. Atau contoh lain menjual satu gelas susu dengan tiga gelas susu yang sama juga termasuk praktek riba.

Apakah bunga bank termasuk kedalam riba? Para ulama kontemporer berpendapat bahwa uang kertas yang digunakan di bank bisa diibaratkan sebagai emas dan perak pada zaman dulu. Jadi uang kertas pun bisa termasuk ke dalam praktek riba. Sebagai contoh adalah menukar sepuluh ribu rupiah dengan dua puluh lima ribu rupiah. Bunga bank yang diambil dari system konfensional termasuk ke dalam praktek riba demikian kesepakatan para ulama timur tengah.

Secara garis besar riba dikelompokkan menjadi dua. Masing-masing adalah riba hutang-piutang dan riba jual-beli. Kelompok pertama terbagi lagi menjadi riba qardh dan riba jahiliyyah. Sedangkan kelompok kedua, riba jual-beli, terbagi menjadi riba fadhl dan riba nasi’ah.

1. Riba Qardh

Suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang (muqtaridh).

2. Riba Jahiliyyah

Hutang dibayar lebih dari pokoknya, karena si peminjam tidak mampu membayar hutangnya pada waktu yang ditetapkan.

3. Riba Fadhl

Pertukaran antarbarang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi.

4. Riba Nasi’ah

Penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba dalam nasi’ah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau tambahan antara yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian.

Mengenai pembagian dan jenis-jenis riba, berkata Ibnu Hajar al Haitsami:
“Bahwa riba itu terdiri dari tiga jenis, yaitu riba fadl, riba al yaad, dan riba an nasiah. Al mutawally menambahkan jenis keempat yaitu riba al qard. Beliau juga menyatakan bahwa semua jenis ini diharamkan secara ijma’ berdasarkan nash al Qur’an dan hadits Nabi.”

 

Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: