Siapa Lebih Hebat?

“Jika pengetahuan sudah didalangi oleh kesombongan maka kita harus siap-siap menjadi korban dari ledakannya”

Liburan sekolah digunakan oleh murid sebagai moment refreshing. Setelah satu semester belajar ditutup dengan ujian maka dua minggu liburan merupakan balasan yang setimpal. Selama dua minggu seragam sekolah masuk lemari, buku-buku berbaris rapih di tempatnya dan tas sekolah tergantung di belakang pintu. Hari yang ditunggu tiba maka selembar kertas rencana tamasya pun berkibar.

Farhan,siswa kelas 1 SMP telah memiliki rencana sendiri. Liburan sekolah akan digunakan untuk bertamasya ke pinggir pantai. Bukan berjemur seperti bule-bule luar negri, tujuan anak baru gede ini adalah berlayar. Dia semenjak kecil gandrung popeye si pelaut. Cita-citanya adalah menjadi sailorman.yang menjinakan ombak, menerjang badai, mengarungi samudra lepas….

Singkat cerita Farhan sudah berada di atas sampan bersama seorang bapak pendayung. Dia tidak pergi ke laut karena dilarang oleh ibunya, sebagai gantinya Farhan bertamasya ke danau. Di atas sampan Farhan tidak bisa menutup mulutnya, dia mencecar bapak pendayung dengan pertanyaan-pertanyaan sekolahan.

“Bapak tahu tidak perkalian sepuluh?”

“Aduh, bapak tidak tahu nak…”

“Bapak tahu tidak presiden pertama Amerika ?”

“Apalagi itu, jangankan presidennya Amerika saja bapak tidak tahu”

“Bapak suka baca koran tidak?”

“Boro-boro baca koran, baca tulisan di sepanduk saja bapak tidak bisa”

“Bapak payah, makanya belajar biar tidak kalah dengan anak kecil seperti saya. Saya bisa menulis, bisa membaca, suka belajar  sejarah…”

 

Tiba-tiba angin bertiup kencang ke arah sampan yang di tumpangi Farhan, sampan bergoyang-goyang hebat. Farhan yang sedang berdiri tidak bisa menyeimbangi tiupan angin dan dia pun tercebur ke dalam air danau yang dingin.

“Toloong…tolong saya, pak pendayuuung…”

“Kamu bisa berenang tidak?”

“Saya tidak pernah belajar berenang”

“Makanya, anak muda harus belajar berenang, biar tidak kalah sama bapak yang sudah tua”

 

***

Pengetahuan adalah sinar yang membedakan antara kebodohan dan kepintaran. Dengan pengetahuan manusia bisa berkembang menjadi makhluk yang bukan hanya menyesaki dunia tapi juga mencipta tatanan baru di atas dunia. Pengetahuan membawa kita semakin dekat dengan segala khayalan dan impian. Pengetahuan juga membuat hidup ini menjadi lebih indah dan lebih mudah. Semua orang bersepakat bahwa hanya dengan pengetahuan suatu masyarakat bisa meningkatkan tarap hidupnya.

Kesadaran masyarakat dunia akan pengetahuan terbukti dengan menjamurnya tempat-tempat menggali ilmu. Sekolah dari mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah sampai perguruan tinggi didirikan di berbagai penjuru. Setiap pemerintah pasti mencanangkan program wajib belajar bagi penduduknya. Seperti di Negara kita wajib belajar berlaku sampai sembilan tahun dan kemungkinan bertambah menjadi dua belas tahun. Anak-anak usia sekolah digiring menuju gerbang sekolah, yang mampu dengan biaya sendiri, yang tidak mampu diberi beasiswa atau subsidi pemerintah.

Ketika pengetahuan sudah menjadi kelumrahan maka akan bermunculan para ahli dan pakar. Mereka mencari berbagai formula untuk memajukan peradaban manusia. Ahli teknologi mencari solusi untuk membawa manusia menuju dunia baru yang dinamakan cyber world. Ahli astronomi berusaha mencari kemungkinan kehidupan di planet lain, agar manusia bisa berhijrah sehingga bumi tidak terlalu sesak. Ahli farmasi mencari solusi untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit kontemporer. Ahli gizi membuat formula agar manusia bisa awet sehat. Ahli politik dan tata negar berlomba-lomba mencari rumus kemakmuran bagi bangsa dan Negara. Dan masih banyak lagi ahli-ahli lain yang berjibaku dengan pengetahuan mereka untuk mencari solusi bagi kelanggengan hidup manusia.

Kehebatan pengetahuan yang sudah tidak dapat dibantah lagi menyimpan sebuah hulu ledak yang suatu saat bisa membinasakan manusia dan juga pemilik pengetahuan tersebut. Bahaya laten tersebut adalah kesombongan. Jika pengetahuan sudah didalangi oleh kesombongan maka kita harus siap-siap menjadi korban dari ledakannya.

Kesombongan adalah menganggap diri paling hebat dengan cara merendahkan orang lain. Orang sombong hanya melihat saya, saya dan saya sepanjang jalan hidupnya. Segala sesuatu harus diukur dengan ke-saya-an sehingga tidak ada tempat bagi orang lain. Ke-saya-an akan terus menggerogoti pengetahuan sehingga menghasilkan kehancuran.

Mari kita berlindung kepada Allah dari kesombongan, karena sesungguhnya segala pengetahuan yang kita miliki adalah titipan dari Allah swt.  Oleh karena itu hanya Sang Maha Kuasa yang pantas atas kesombongan.

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: