Utsman bin Affan RA

Utsman bin Affan dilahirkan di Mekkah enam tahun setelah tahun Gajah. Beliau berasal dari bani Umayyah yang terkenal dengan kemahirannya dalam berdagang. Keluarga Bani Umayyah yang pedagang hidup dalam kecukupan, begitu juga Utsman bin Affan di masa mudanya. Sebagai seorang saudagar kain Utsman berlimpah harta dan menggunakan hartanya untuk hidup dalam kemewahan.

Ketika Rasulullah saw mengajak peduduk Mekkah masuk Islam, Utsman termasuk orang yang pertama-tama menjawab panggilan Nabi. Beliau masuk Islam berkat informasi yang disampaikan oleh sahabatnya yang sesama saudagar, Abu Bakr Ash-Shidiq. Keislaman Utsman bin Affan mendapat sambutan dingin dari kabilahnya. Utsman bin Affan memutuskan berangkat hijrah ke Abbesiania beserta sekelompok kecil umat Islam karena tidak bisa menyaksikan kabilahnya Bani Umayyah melakukan penyiksaan terhadap muslimin yang lemah.

Kedudukan Utsman bin Affan disisi Nabi sangat istimewa. Beliau menikahkan Utsman bin Affan dengan dua orang putrinya secara berturut-turut. Putri pertama yang dinikahkan dengan Utsman Adalah Ruqayah, kemudian setelah meninggal Rasulullah menikahkan Utsman dengan Ummu Kultsum, adik Ruqoyah. Oleh karena itu Utsman bin Affan memiliki gelar ‘Dzu-Nur’aini’ atau yang memiliki dua cahaya.

Di kalangan umat Islam Utsman bin Affan terkenal dengan kedermawanannya. Pada peristiwa perang Tabuk, Utsman bin Affan menyumbangkan 1000 ekor unta, 70 ekor kuda dan 1000 dirham. Sumbangan Utsman tersebut senilai sepertiga dari biaya keseluruhan perang Tabuk. Beliau juga menunjukan kedermawanan dengan membeli sebuah mata air yang dimiliki oleh seorang Yahudi seharga 35,000 dirham untuk kebutuhan muslimin. Pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakr, beliau menyumbangkan gandum yang diangkut dengan 1000 unta untuk membantu rakyat miskin di musim kemarau.

Utsman bin Affan juga terkenal dengan sifat pemalunya. Berkaitan dengan hal ini, Aisyah ra pernah mengungkapkan bahwa suatu hari Abu Bakr mendatangi Rasulullah yang sedang berbaring dan gamisnya tersingkap sehingga terlihat betisnya. Setelah Abu Bakr keluar, Umar bin Khattab masuk menemui nabi dalam keadaan demikian. Ketika giliran Utsman bin Affan mau masuk, Rasulullah saw merapihkan gamisnya. Melihat keadaan demikian Aisyah bertanya kepada Rasulullah perihal persiapan beliau menyambut Utsman bin Affan. Rasulullah saw menjawab, ‘Apakah saya tidak malu kepada orang yang malaikat juga malu kepadanya’

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: