Warisan Bencana

Kita patut bersyukur terlahir di Negara yang tanahnya mengandung segala macam sumber daya alam. Indonesia merupakan satu dari sedikit Negara yang dianugerahi kekayaan alam melimpah dari mulai bahan galian, hasil laut sampai pertanian. Meminjam istilah Koes Plus ‘tanah Indonesia adalah tanah sorga, tongkat kayu ditanam jadi tanaman’. Lagu yang tenar di tahun delapan puluhan tersebut bukanhanya isapan jempol, kita bisa membuktikan sendiri dengan menancapkan sebatang kayu singkong.

            Kekayaan yang melimpah ini sayangnya tidak kita pergunakan secara bijaksana. Kasus illegal logging sudah menjadi budaya yang merusak alam kita, belum lagi ditambah dengan penangkapan ikan dengan bahan peledak dan penambangan yang membabi-buta tanpa memperhatikan keamanan dan kelestariaan lingkungan sekitarnya. Kita menjadi bangsa yang hanya mementingkan keuntungan sesaat. Kita lupa, bahwa tanah air ini dan segala kekayaanya merupakan anugerah dari Sang Pencipta dan bagian dari warisan leluhur kita. Mereka mengorbankan harta, benda dan nyawa untuk mempertahankan tanah air ini.

            Jika budaya keserakahan masih terus berlanjut di bumi nusantara ini, mari kita sama-sama menunggu datangnya rangkaian bencana. Bencana yang akan memusnahkan keturunan kita dari bumi tercinta ini. Bencana yang akan menghapus jejak sejarah yang telah ditoreh oleh para pendiri bangsa. Bencana yang yang hanya akan mengabadikan kita sebagai bangsa yang dikutuk oleh Tuhan.

Sebagaimana Allah menyinggung dalam Al-Qur’an surat Ar-Ruum ayat 41 yang artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, ………………………”

            Sebagai orang tua tentunya kita menyayangi anak-cucu, berharap hidup mereka kelak lebih baik dari pada hidup kita sekarang. Oleh karena itu segala keburukan yang kita lakukan kepada alam sudah saatnya dihentikan. Alam tidak akan pernah tinggal diam. Jika tangan kita merusak alam maka alam akan juga merusak kehidupan kita dan kehidupan anak-cucu kita. Sebaliknya jika kita menyayangi alam niscaya alam akan mempersembahkan segala kebaikannya untuk kita nikmati dan akan terus dinikmati oleh keturunan kita.

            Warisan bencana sudah saatnya kita ubah menjadi warisan anugerah. Keberadaan generasi akan datang tergantung pada apa yang kita perbuat sekarang. Kita dan apa yang kita lakukan memberi kontribusi kepada kehancuran atau kelestarian anak-cucu kita. Maka mulai saat sekarang kita berpikir untuk memberikan warisan yang bermanfaat bagi generasi setelah kita agar mereka juga kelak memikirkan generasi setelahnya.

            Semoga kita menjadi manusia yang selalu memikirkan akibat dari perbuatan kita bagi generasi yang akan datang sehingga setiap kali muncul niat untuk melakukan keburukan dengan sendirinya akan tertutup oleh kesadaran kita akan pentingnya masa depan keturunan.

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: