Catatan Pagi

Tunggakan bayaran akhir tahun di pesantren tempat saya mengajar luar biasa besarnya; beban yang tidak bisa ditanggung oleh bendahara saja. Maka saya coba membantu. Anak-anak yang nunggak bayaran saya panggil ke kantor; bukan untuk ditagih paksa atau diomeli apalagi diskorsing. Saya cuma ingin ngobrol. Satu2 saya tanya latar belakang kelurga; ada yang sampai tak kuasa membendung air mata. Ternyata feeling saya tidak salah, mayoritas pununggak berasal dari ‘kaum saya’.
Dulu pun ketka menjadi santri, saya sering nunggak bayaran, bukan karena dipake jajan, tapi memang belum ada uang. Menanyai mereka satu2, seolah kembali ke masa lalu. Semuanya bermuara pada rasa syukur tak terkira, alhamdulillah di negara ini masih ada sekolah yang cukup memiliki kualitas namun masih bersahabat dengan ‘kaum saya’.
Semoga anak2 yang masih berjuang dengan segala kekurangn tersebut diberi kekuatan untuk terus melangkah, menyibak tabir masa depan yang masih menjadi rahasia sang waktu. Semoga…
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: