Dibalik Kemenangan Chelsea

Dulu zamannya Mourinho saya termasuk penggemar The Blues; permainan sayap yg diisi Arjen Roben n Joe Cole bener2 memikat dan enak diliat. Begitu kedua pemain tersebut hengkang, cinta sy berkurang. Begitu juga dgn ketiadaan the special one, tambah kurang saja simpati saya.
Chelsea tidak sama lagi setelah punggawa 2004-2005 berkurang, meski sempat merepotkan MU di liga Inggris dgn kehadiran Don Ancelo dengan diamond systemnya. Chelsea tetap tdk bisa bicara bnyak di liga Champion. Ancheloti yg pernah membawa milan dua kali ke final Champion, sekali menang dan sekali kalah dari lawan yg sama Liverpool, tdk mampu membawa chelsea ke puncak champion. Padahal impian terbesar sang ‘juragan’ Roman Abramovic adalah menjadikan Chelsea jawara Eropa.
Musim 2011-2012 Chelsea berbenah, pelatih muda penuh bakat yg mampu menghadirkan piala UEFA bagi FC. Porto direkrut. Harapannya jelas, Andre Villas Boas (AVB) diharapkan bisa membawa Chelsea menjadi juara Eropa. Apa Lancar?
Chelsea dibawah asuhan AVB ancur amburadul. Jangankan bersaing dengan MU dan City untuk menjadi juara, bersaing dgn Totenham dan Newcastel saja susahnya minta ampun. Bagaimana di LC? nasibnya bahkan lebih parah, Drogba cs dibantai Napoli di San Paolo 3;1 di babak 16 besar. Kekalahan yg membuat sang ‘juragan’ naik pitam. Hasilnya AVB pun dipecat.
Kapal the blues yang goyang diserahkan kepada pria poltos asal italia, Roberto Di Matteo. Pelatih muda yg belum berpengalaman ini dituntut untuk membangun kembali Drogba cs. Perlahan Chelsea yg sudah tdk lagi diperhitungkan di liga Inggris membangun mimpi. Napoli yg mengalahkan mereka 3-1, dibantai 4-1 ketika bertandang ke Stamford Bridge. Walhasil the blues melenggang ke perempat final.
Tuah Chelsea ternyata berada di LC, Benfica digusur untuk menantang sang juara bertahan Barcelona di semi final. Hampir semua orang percaya Chelsea akan merepotkan, tapi tidak sampai bisa mengalahkan Barca. Sepertinya perjalanan Chelsea bersama Di Matteo harus berakhir di semi final LC. Namun TAKDIR berkata lain. Barca tumbang, Chelsea pun melenggang lewat drama yang luar biasa.
Menghadapi partai final Chelsea masih belum juga benderang; cedera pemain menghantui. Sang kapten masih belum bisa bermain karena kartu merah, barisan pertahanan juga banyak yg tumbang. Ramires pahlawan semi final juga tak bisa merumput.
Dengan persiapan yg carut marut Chelsea harus berhadapan dgn Bayer Munchen, finalis sekaligus tuan rumah. Bayer sebagai tuan rumah sudah sangat ngebet mnegangkat tropi. BUktinya, real madrid asuhan the special one mereka pecundangi di semi final. Ibarat batu, bayer di final LC musim ini sudah bulat dan kuat untuk menghancurkan apa pun di hadapan. Semangat mereka bertambah dgn keinginan untuk mengobati sakit hati dikalahkan Inter milan di final LC dua tahun yg lalu.
Maka langit chelsea yg sudah pekat akan ditambah dgn awan hitam yang dibawa kubu bayer. Jadilah chelsea di final lg champion dalam gelap. Namun alam tdk diam, setiap datang gelap pasti akan ada terang. GELAP ITU PERTANDA.
Stadion megah allianz arena menjadi saksi tersingkapnya awan gelap chelsea. Diserang terus menerus, diteriaki penonton fanatik bayer, dihukum penalti. Tapi Tuhan telah menetapkan malam itu Chelsea juara. Agar para penggila bola berkaca bahwa ini bukan sekedar dewi fortuna. ini adalah rahasia alam yang diplot oleh Sang Maha. Bahwa setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. Ketika anda dihimpit berbagai masalah, percayalah kebahagiaan akan segera datang.
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: