Ilmu, Definisi dan Sejarah Eksistensinya

Orang-orang yang mempelajari bahasa Arab mengalami sedikit kebingungan tatkala menghadapi kata “ilmu”. Dalam bahasa Arab kata al-‘ilm berarti pengetahuan (knowledge), sedangkan kata “ilmu” dalam bahasa Indonesia biasanya merupakan terjemahan science. Ilmu dalam arti science itu hanya sebagian dari al-‘ilm dalam bahasa Arab.[1]

Dalam kamus oxford kata knowledge diartikan understanding and skill that you have gained through learning and experience.[2] Adapun kata science diartikan the study of and knowledge about the physical world and natural laws.[3] Dalam bukunya Wawasan Al-Qur’an, Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengartikan ilmu sebagai pengetahuan yang jelas tentang sesuatu.[4]

Kata ilmu yang digunakan sebagai judul pada makalah ini Islamisasi Ilmu diartikan sebagaimana kata knowledge. Oleh karena itu pembahasan ilmu di sini menyangkut segala macam pengetahuan yang dimiliki manusia melalui proses belajar atau pengalaman.

Sejarah ilmu sendiri berumur setua sejarah hidup manusia, sebagaimana tercermin dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 31-32

وَعَلَّمَ آدَمَ الأسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ , قَالُوا سُبْحَانَكَ لا عِلْمَ لَنَا إِلا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Allah SWT mengajarkan ilmu kepada manusia pertama Adam AS berupa nama benda-benda. Ilmu yang pertama ini bukan hanya sekedar mengetahui nama benda kemudian menyebutkannya kepada malaikat sebagai tanda nabi Adam diberikan potensi lebih oleh Allah dari pada malaikat, tapi ayat diatas menginformasikan bahwa manusia dianugerahi Allah potensi untuk mengetahui nama atau fungsi dan karakteristik benda-benda, misalnya fungsi api, fungsi angin dan sebagainya.[5]

Oleh karena itu setelah nabi Adam AS diturunkan dari surga karena kekhilafannya memakan buah khuldi, beliau mampu meneruskan hidup dengan cara memanfaatkan setiap potensi yang dimiliki olah benda-benda di dunia. Hal ini bisa dibuktikan dengan kegiatan putra nabi Adam, Qabil sebagai petani dan Habil sebagai peternak.[6]

Perkembangan ilmu selanjutnya dapat direkam dari peninggalan bangsa Mesir kuno. Usaha mula-mula di bidang keilmuan yang tercatat dalam lembaran sejarah dilakukan oleh bangsa Mesir, dimana banjir sungai nil yang terjadi tiap tahun ikut menyebabkan berkembangnya system almanak, geometri dan kegiatan survey.[7]

Dari peradaban Mesir yang berlangsung sekitar ± 4000- 6000 S.M, ilmu kembali berkembang di zaman Yunani kuno 600-30 S.M. Bangsa Yunani yang dimotori oleh Socrates (470-399 SM), Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM) menitik beratkan pada pengorganisasian ilmu di mana mereka bukan saja menyumbang perkembangan ilmu dengan astronomi, kedokteran dan system klasifikasi, namun juga silogisme yang menjadi dasar bagi penjabaran secara deduktif pengalaman-pengalaman manusia.[8] 

Buah dari perkembangan ilmu di zaman Yunani adalah terlahirnya seorang ilmuan pertama bernama Thales (624-546 SM) yang mempelopori tumbuhnya Ilmu Bintang, Ilmu Cuaca, Ilmu Pelayaran, dan Ilmu Ukur. Ilmuwan Yunani Kuno kedua adalah Pythagoras (582-498 SM) merupakan ahli Ilmu Pasti. Ilmuwan Yunani Kuno yang ketiga adalah Democritus (±460-±370 SM), gagasan ilmiahnya yang terkenal ialah tentang atom.

Benih dari ilmu Yunani mendapatkan taman yang subur pada masa kemajuan Islam. Tradisi mencari ilmu yang ditanamkan oleh Rasulullah saw melalui sabdanya, “Mencari ilmu adalah wajib hukumnya bagi tiap individu muslim” menjadi amunisi utama para ilmuan Muslim untuk menggali ilmu hingga terciptanya masyarakat akademis di zaman dinasti Umayyah di Andalusia. Ibnu Bajjah, Ibn Thufail serta Ibn Rusyd merupakan ilmuan-ilmuan Muslim yang berjasa banyak dalam proses peletakan pondasi science di dunia Barat.[9]

Baghdad sebagai ibu kota Dinasty Abbasiyah menjadi pusat ilmu pengetahuan di dunia Timur. Khalifah Harun Al-Rasyid (766-809) adalah pelopor gerakan keilmuan dengan mendirikan pusat penterjemahan karya-karya berbahasa Persia, Sansekerta, Suriah dan Yunani yang diberi nama Baitul Hikmah. Dari perpustakaan inilah muncul ilmuan-ilmuan Muslim seperti At-Thabari, Al-Razi dan Ibn Sina.[10]

Setelah kejatuhan Baghdad oleh tentara Mongol pimpinan Hulagu Khan 1258 M, kiblat ilmu berpindah ke Eropa. Eksistensi Eropa sebagai mercusuar ilmu sampai sekarang tidak lepas dari jasa para ilmuan Muslim yang telah membuka cakrawala berpikir bangsa Barat. Tidak hanya menjadi mediator, mereka juga memberikan beberapa penambahan dan proses transmisi sedemikian rupa sehingga memungkinkan lahirnya pencerahan di Eropa Barat.[11]

Pengaruh peradaban Islam, termasuk di dalamnya pemikiran Ibn Rusyd, ke Eropa berawal dari banyaknya pemuda-pemuda Kristen Eropa yang belajar di universitas-universitas Islam di Spanyol, seperti universitas Cordova, Seville, Malaga, Granada dan Salamanca.[12] Dari semangat Renaissance lahir ilmuan-ilmua modern semisal Isak Newton, Galilee Galileo, Marie Curie, sampai Alber Einstein.                    


[1] Prof.Dr. Ahmad Tafsir, Filsafat Ilmu, hal. 3.

[2] Lihat, Oxford Word power Dictionary, hal. 411.

[3] Lihat, Oxford… hal.635.

[4] Lihat, M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an, hal. 571.

[5] Lihat, M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah volume 1, hal.176.

[6] Lihat, Ibnu Katsir, Kisah Para Nabi, hal. 65.

[7] Jujun S. Suriasumantri, Ilmu dalam Perspektif, hal.87.

[8] Ibid

[9] Lihat, Dr. Badri Yatim, M.A. Sejarah Peradaban Islam, hal.357.

[10] Lihat, Philip K. Hitti, History of The Arab, hal.457-460.

[11] Ibid, hal. 340.

[12] Dr. Badri Yatim, op cit, hal.109.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: