Membela Islam yang Tidak Islami

Heboh penayangan film ‘the innocent of muslim’ menjalar ke seluruh penjuru dunia. Hampir semua orang yang berstatus muslim ramai teriak. Mereka menyatakan penolakan terhadap film yang telah menghina junjungan Islam. Konon dalam film itu Nabi Muhammad yang oleh umat Islam disakralkan sehingga tidak ada yang berani melukis wajahnya, di film tersebut diperankan oleh seorang aktor. Bukan sekedar itu, ternyata ada juga adegan aktor yang memerankan Nabi melakukan adegan ranjang dengan budaknya.

Sebuah penghinaan memang. saya sebagai seorang muslim pun merasa ini bukan hal normal yg dilakukan oleh seorang seniman. Menerobos privasi orang lain saja sudah bisa dikatakan kejahatan, apalagi kalau yang dilanggar privasi sebuah komunitas besar di dunia. Ini bukan sekedar pelanggaran hak asasi manusia, tapi sudah menjadi pelanggaran hak asasi umat manusia.

Meskipun dalam hati serasa bara yg bergejolak, namun ketika melihat saudara-saudara seiman yang meluapkan gejolak mereka melalui demo yang ‘keras’ bahkan di beberapa belahan bumi sudah ada yang menyerukan hukum mati kepada si sutradara, saya jadi sedikit antipati.

Bukankah ini yang diharapkan oleh si sutradara? memancing di air keruh. Menebar kotroversi tentu sudah mengerti konsekwensinya, dan kemengertian itu yang harus dipahami oleh umat Islam. Ketika umat mulai bergejolak, menghabiskan banyak energi; dari mulai waktu, tenaga dan juga harta, mereka yang ‘di sana’ mulai berjingkrak. Mission accomplished, target mereka sudah didapat.

Bagaimana jika hari ini Rasul ada di tengah kita? saya rasa reaksi beliau tidak akan beda dengan peristiwa ‘Thaif”. Kedatangan beliau untuk mengajak penduduk Thaif untuk mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat, malah disambut dengan lemparan batu, diteriaki anak-anak gembala, dianggap orang tidak waras. Rasul terluka, keningnya berdarah, hatinya merintih. Namun ketika malaikat datang menawarkan bantuan untuk menghancurkan penduduk Thaif. Rasul menyatakan ‘tidak usah’ bahkan beliau berdoa agar dari penduduk yg telah menyakiti itu terlahir generasi yang menjadi pembela agama Allah.

Membayangkan umat Islam mengikuti tuntunan Rasul dalam menghadapi kontroversi film ‘the innocent of muslim’ sangat menyejukkan. Namun sampai sekarang itu baru sekedar angan-angan. Para pemimpin umat masih banyak yang belum bisa mengambil hati pengikutnya untuk menyebarkan identitas muslim yang santun. Bukan pribadi yang reaktif, selalu gampang tersulut amarahnya.

saya kok membayangkan, ada sebuah komunitas umat Islam yang menanggapi kelakuan abnormal si sutradara dengan acara tahlilan. Membaca doa-doa untuk memohon Sang Pencipta yang memegang segala urusan dunia, agar si sutradara diberi hidayah. Agar dia bisa masuk Islam, kalau pun dia tidak semoga anak cucunya bisa menjadi pembela agama Allah.

 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: