Saatnya Madrasah Memiliki Lab Agama

Sudah terbiasa mendengar anak sekolah praktikum di lab kimia? Sering melihat anak sekolah diajak gurunya meneliti kodok di lab Biologi? suka mendengar anak sekolah curhat tentang pengalaman memandang miniatur gerhana matahari di lab fisika? Atau menyaksikan langsung anak sekolah menggunakan head set mendengar kaset bule cas-cis-cus bahasa Inggris di lab bahasa?

Semuanya sudah biasa, dan sudah tersedia di sekolah kita zaman sekarang. Jangankan sekolah unggulan di kota, sekolah di pinggir kota bahkan kampung sekalipun sudah banyak yang punya fasilitas lab. Zaman sekarang anak-anak sudah kepingin mempraktekkan apa yang diteorikan guru di dalam ruangan kelas. Bagi mereka pengalaman lapangan jauh lebih menyenangkan dari pada mendengakan ceramah guru atau mencatat rangkuman materi.

Berlatar belakang keinginan untuk memberikan pengalaman keagamaan di madrasah, Puslitbang Kemenag mencoba sebuah terobosan baru. Membuat konsep laboratoriun untuk Pelajaran Agama Islam (PAI). Maka mulai dari hari rabu 19 September sampai sekarang, saya mondok di Garden Permata Hotel Bandung.

Membuat konsep laboratorium PAI ternyata sangat rumit, diperlukan pembahasan yang ditel dan pengujian yang harus menyertakan praktisi pendidikan. Pertemuan di bandung ini diagendakan untuk uji publik pedoman umum dan teknis lab PAI. Pihak Puslitbang mengundang eberapa instansi terkait dengan uji publik ini. ada yg dari universtas; UIN Jakarta, UIN Bandung dan IAIN Serang, ada juga praktisi pendidikan yang bergelut di Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah. Adapun saya diajak sebagai perwakilan dari Madrasah Aliyah Swasta dari Bogor.

Membayangkan siswa madrasah ibtidaiyah belajar Al-Qur’an dan Tajwid di lab PAI, siswa Tsanawiyah melakukan searching hadits beserta perawinya di lab PAI, siswa Aliyah belajar memandikan dan mengkafani mayyit merupakan sebuah impian Puslitbang Kemenag. Impian yang didasari oleh harapan membentuk generasi muda Muslim yang memiliki pengalaman belajar komplet di sekolah. Yang nantinya akan mereka terapakan langsung di tengah masarakat.

Lab PAI mungkin terdengar tidak familiar. Kita kandung menggambarkan Lab sebagai tempat mangkalnya para calon Einstein atau penerus Thomal Alva Edison. Meski demikian, jika program yang telah memasuki tahap uji publik ini dapat direalisasikan oleh kemenag, kita akan disodorkan fakta baru. Laboratorium akan menghasilkan Hamka baru.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: