Anak Muda Juara

Usianya baru 20 tahun. Wajahnya masih innocent. Pemuda itu lahir 17 Februari 1993 di Cervera, sebuah daerah yang masuk wilayah Catalonia. Menyebut nama Catalonia identik dengan klub sepak bola yang baru saja menjuarai liga Spanyol, Barcelona. Tapi sisihkan dulu Barca beserta bintang asal Argentinanya. Ini bukan ranah olah si kulit bundar. Ini ranah para rider.

Marc Marquez nama pemuda asal katalan tersebut. Sejak kecil sudah cinta motor. Mulai membalap pada usia lima tahun. Dia tumbuh dan berkembang di era Valentino Rossi. Maka tidak aneh jika Marquez menjadi fans berat the Doctor. Seolah mengikuti jejak Sang Pujaan, Marquez berhasil menjuarai kelas terendah Balap Motor Dunia 125 cc pada tahun 2010 setelah berhasil naik podium pertama lima kali berturut-turut. Prestasi tersebut sama persis torehan Rossi di tahun 1997.

Berhasil di 125 cc, Super Marc naik kelas. Di moto2 dengan tunggangan 500 cc pemuda yang murah senyum tersebut mendapat kesulitan. Di dua seri pembuka Qatar dan Jerez, Marc Marquez mengalami kecelakaan. Jangankan podium, garis finish pun tidak bisa diraih. Seri ketiga yang digelar di Portugal, pemuda Spanyol tersebut berada di barisan anak bawang. Urutan ke 21 merupakan pencapaian terbaik bagi dia, dibandingkan dengan dua seri sebelumnya.

Belajar dari kegagalan di tiga seri pembuka, Marquez langsung melejit di seri keempat. Sempat tercecer ke urutan sembilan, rider Honda tersebut berhasil naik podium sebagai kampiun. Ini merupakan kemenangan perdana Marquez di Moto2. Sebuah pencapaian yang diikuti dengan prestasi lainnya. Perlahan matador muda menjadi ancaman bagi sang pemimpin klasemen balap, Stefan Bradl. Kemenangan demi kemenangan diraih. Dari tujuh seri di putaran kedua, Marc berhasil menajdi juara. Hingga di seri Jepang, Marquez berhasil menyalip perolehan poin Bradl. Sang pendatang baru memimpin klasemen dan siap untuk menjadi juara dunia.

Semua mata tertuju pada bocah berusia 18 tahun. Marc akan menjadi juara dunia moto2 termuda. Namun nasib berkata lain. Di GP Malaysia Marquez mengalami kecelakaan. Cedera membuat dia urung tampil di seri penutup. Stefen Bradl pun menjadi juara. adapun Marc harus puas menajdi runner up.

Bukan Marquez jika tidak bisa belajar dari kegagalan. Anak muda ini bertahan di moto2 dengan target juara. Dan target tersebut dapat raih. Marc berhasil menjadi juara dunia moto2 2012 pada usia 19 tahun. Suatu pencapaian yang fenomenal bagi pembalap yang masih hijau.

Setelah merajai moto2, Marc naik kelas premier. MotoGP menjadi destinasi utama pemuda yang haus prestasi. Dikontrak Honda untuk menggantikan juara dunia 2011, Casey Stoner yang pensiun muda, menjadi catatan tersendiri di MotoGP. Dalam sejarah balap motor dunia, baru Marc Marquez yang mendapat izin menjadi pembalap di tim pabrikan pada tahun pertama berkompetisi di kelas premier.

Pencinta balap motor pun dibuat penasaran. Apa yang bisa dilakukan oleh anak muda yang baru menginjak kepala dua tersebut. Marquez kembali menunjukan kehebatan. Di seri pertama yang digelar di Qatar, pembalap honda dengan nomor motor 93 tersebut berhasil finis di urutan ketiga. Sebuah pencapaian yang sangat membanggakan. Di seri pembuka MotoGP tersebut Marquez berhadapan langsung dengan idolanya. Di lintasan balap, Marquez sempat menyalip Rossi untuk menduduki posisi kedua. Namun pengalaman Rossi mengalahkan keberanian Marc. The Doctor berhasil mengambil alih posisi kedua ketika balap tersisa dua lap.

“Saya telah banyak berusaha. Namun, pada akhirnya, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan untuk berada di podium bersama dua pembalap ini (Lorenzo dan Rossi),” kata Marquez.

Pengalaman naik podium di balapan perdana membuat Marc makin nyaman. Sirkuit the Americas menjadi saksi sebuah sejarah yang ditorehkan anak muda asal Catalonia. Marc berhasil menjadi juara di seri kedua tersebut setelah mengalahkan rekan setimnya yang lebih berpengalaman Dani Pedrosa. Nama Marc Marquez pun dicatat tinta emas sebagai pembalap termuda yang memenangi seri premier. Dia berusia 20 tahun 2 bulan dan 5 hari. Memecahkan rekor yang pernah dibuat Freddie Spencer tiga puluh tahun lalu.

Kemenangan di Amerika tidak membuat Marc lupa diri. Pembalap muda tersebut masih tetap menginjak bumi. Marc merasa sebagai junior yang sedang belajar. Adapun kemenangan yang dia raih merupakan penghias masa pembelajaran. “Saya tidak ingin memikirkan tentang hal itu (juara dunia) saat ini,” tutur juara dunia Moto2 2012 itu, Kamis, 25 April 2013. “Sejujurnya, menurut saya, memenangkan gelar juara di tahun ini praktis tidak mungkin.”

Marc yang low profile menambah kredit tersendiri di mata para fans MotoGP. Seri ketiga digelar di Jerez Spanyol. Ada tiga pembalap tuan rumah yang sedang berada di top rank. Juara dunia 2012 Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa runner up tahun lalu dan sang pendatang baru Marc Marquez. Publik Spanyol menginginkan anak bangsanya menjuarai Jerez. harapan tersebut menjadi kenyataan. Tidak tanggung-tanggung, tiga pembalap Spanyol menguasai podium. Pedrosa menjadi juara, Marc runner up dan Lorenzo ketiga. Bagi Marc momen ini sangat spesial. Di tikungan terakhir Jerez Marc berhasil menyalip Lorenzo. Meski sempat terjadi adu fisik antara Honda yang dikendarai Marc dan Yamaha tunggangan Lorenzo, kedua pembalap berhasil finish dengan selamat. Hasil di Jerez mengangkat poin Marc. Pembalap Repsol Honda tersebut menjadi pemimpin klasemen. Sebuah prestasi besar bagi pembalap muda yang baru pertama kali ikut MotoGP.

Marc Marquez masih terus membuat rangkaian cerita indah tentang dirinya. Sirkuit Le Mans Prancis menjadi saksi kehebatan anak muda asal negri para matador tersebut. Seri keempat Marc berhasil meraih pole position, yang berarti dia akan berada di garis paling depan pada saat start. Semua mata tertuju pada honda bernomor 93. Gerimis yang membasahi sirkuit membuat sedikit kesulitan. Marc tidak bisa start dengan optimal. Dia didahului banyak pembalap dan tercecer di urutan ke delapan.

Dua kali honda yang ditunggangi Marc tergelincir jauh saat menikung. Dia pun semakin jauh dari rombongan terdepan yang dikuasai Pedrosa, Dovizioso, Crutchlow, Rossi dan Hayden. Marc kembali memperlihatkan bakat besarnya. Bertahan di belakang rombongan terdepan hampir di dua pertiga balapan, Marc mulai menyodok di lima putaran terakhir. Satu persatu pembalap dia lewati. Marc berhasil meraih podium ketiga di belakang Pendrosa dan Crutchlow. Padahal saya yakin Marc bisa terus menggeber motornya untuk menyalip Crutchlow, tapi dia tidka melakukan itu. Marc nampak puas berada di posisi ketiga.

Melihat aksi Marc dilintasan balap saya tidak berhenti kagum. Anak muda ini nampak lebih dewasa dari usianya. Dia tidak seperti kebanyakan anak muda yang gampang meledak, terlalu bersemangat dan jago menyerobot sehingga mudah terjatuh. Marc nampak lebih tenang dan pintar berhitung. Satu lagi, Marc selalu belajar dari pengalaman. Sebuah kombinasi hebat bagi pembalap Muda tersebut untuk meraih sukses di seri-seri berikutnya.

Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: