Malaikat tanpa Sayap

Malam sepi menjadi saksi

Saat penghuni rumah hangat dipeluk mimpi

Dia tepis selimut ke tepi

 

Dingin dilawan api

Sepi dihalau bakti

Sendiri…

 

Minyak menggoreng lauk

Air menanak nasi

Penggorengan pun penuh bumbu

Panci sibuk menahan panas

 

Piring-piring tersaji

Gelas pun berisi

 

Masih dia melangkahkan kaki

Lembut tangannya mengusap

Bangun… hidangan sahur sudah siap

 

Dia bukan bidadari

Setiap hari menyisir tanah dengan kaki

Dia bukan peri

Setia hari menampakkan diri

 

Kau bangun sambil mengucek mata

Bibirmu bergetar tapi bukan berdoa

Bukan juga balas jasa

Kau melenguh sambil mengeluh

“aku masih ngantuk”

 

Dia bukan bidadari

Setiap hari memastikan perutmu terisi

Dia bukan peri

Setiap hari melayanimu bak putri

 

Dia tidak berhenti

Meski peluh dan lelah dibalas keluh

Dia terus berbakti

Meski jasanya tanpa diberi pamrih

 

Dia malaikat tanpa sayap

merayap dalam gelap

menerangi meski senyap

 

Dia malaikat tanpa sayap

terus berbuat tanpa harap

Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: