Filosofi Petani Kang Abik

Ketika artikel ini ditulis, saya baru saja melepas kepulangan Kang Abik. Sosok yang selama ini hanya dapat saya nikmati karyanya, alhamdulillah berkenan datang ke pesantren. Habiburrahman El-Shirazy memenuhi undangan untuk mengadakan jumpa penulis dengan santri/wati dan guru-guru. Hujan deras yang mengiringi acara jumpa penulis seolah menjadi pertanda betapa pesantren UQI beserta penghuninya sedang didatangi keberkahan.

Ini bukan bedah buku! Kang Abik bukan hanya seorang penulis, beliau juga merupakan sastrawan, aktor, sutradara dan kiyai. Demikian pesan yang saya tangkap dari pemaparan moderator, Awod Said Grand Manager Republika Penerbit saat membuka acara. Jika Kang Abik diundang hanya untuk bedah buku sangat mubazir.

Betul, bukan bedah buku tapi bedah hidup! batin saya. Saya setuju dengan pemaparan pak Awod. Kang Abik adalah role model generasi muda Islam. Beliau terkenal sebagai penulis, berperan dalam sinetron, menjadi sutradara, rutin mengisi pengajian dan khutbah Jum’at, pimpinan pesantren, juga sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia yang membidangi seni dan budaya.

“Mari kita dengarkan Kang Abik membaca puisi”. Suara lantang pak Awod disambut dengan gemuruh riuh para santri. Kang Abik bangkit dari duduknya, menghampiri standing mic. “Saya akan bacakan sebuah puisi yang pernah saya baca di masjid Istiklal dan Malaysia”

Al-Qur’an Bernyawa

…………

Sungguh indah beliau melukiskan sosok Rasul sebagai Al-Qur’an hidup. Hadirin terkesima. Ternyata sebelum terkenal pun kang Abik pernah menjadi juara membaca puisi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Prestasi itu diraih saat duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Bukan hanya puisi, penulis yang mulai terkenal lewat novel Ayat-Ayat Cinta juga sudah mengenal jurnalistik. Sejak kecil Habiburrahman sudah rajin menulis. Setiap kejadian yang menarik dalam hidupnya, digoreskan di atas kertas.

Ketika duduk di bangku Madrasah Aliyah, Pimpinan Pesantren Basmala Semarang tersebut juga terlibat dalam pentas seni. Bersama teman-teman sekelas, sutradara film Dalam Mihrab Cinta mementaskan lakon drama di theater budaya Semarang. Kang Abik tidak sekedar ikutan, beliau adalah sutradaranya sekaligus penulis skenario.

“Saat menanam anda harus menanam, nanti saat panen anda akan ikut panen. Saat merawat anda harus merawat, nanti saat panen anda mendapat banyak” filosofi hidup ini dilontarkan Habiburrahman El-Shirazy di hadapan para santri. Petani yang tidak menanam di musim tanam tidak mungkin ikut memanen di musim panen. Petani yang sekedar menanam tapi tidak mau merawat, tidak akan pernah mendapatkan panen yang menggembirakan. Dia hanya sekedar ikut panen.

Sebuah filosofi hidup yang sangat dalam. Berkaca pada perjalanan hidup Habiburrahman El-Shirazy, filosofi itu memberi bukti. Saat ini Kang Abik sedang berada di singgasana kehidupan. Beliau mendapatkan banyak dari hidup. Pengalaman keliling dunia, ketenaran melalui karya, keberlimpahan materi, pengakuan dari masyarakat dan banyak lagi, semuanya tidak datang seketika.

Kang Abik sedang memanen dari benih yang beliau tanam dan rawat. Kecintaan beliau terhadap tulis-menulis sejak di bangku sekolah menengah yang terus dipupuk hingga kuliah di Mesir berbuah novel mega best seller. Ketertarikan beliau dalam bidang seni peran yang dibuktikan dengan mementaskan lakon di theater budaya Semarang menjadi pusakan yang sangat berharga ketika ditantang untuk menjadi sutradara. Keseriusan beliau dalam menimba ilmu menjadikan karya-karyanya selalu penuh gizi, dan mentashihkan beliau sebagai seorang ulama muda.

Semuanya membutuhkan proses. Seperti petani, kita harus berlumpur dulu, kepanasan dulu, digigit lintah dulu, bergelut dengan tikus dan ular. Setelah segala proses kita lalui tinggal berpasrah kepada Yang Maha Kuasa teriring doa semoga panen kita berkah bagi hidup dunia dan juga akhirat kelak.

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: