Raja Madura di Tanah Afrika

Sabtu, 7 November 2013 saya mengunjungi kompasiana (setelah sekian lama). Mungkin sudah jodoh, halaman awal yang saya buka menyuguhkan sebuah tulisan dari mantan mensesneg Prof. Yusril. Tanpa berpikir panjang, saya lahap tulisan beliau sampai selesai. Luar biasa saya dibuat merinding. Seorang hebat sekelas Nelson Mandela yang baru saja berpulang ke akhirat ternyata dalam perjalanan hidupnya sempat menimba inspirasi dari seorang Raja Madura.

Mendiang Nelson Mandela pernah dipenjara oleh regim apartheid Afrika Selatan selama 29 tahun. Selama dipenjara pejuang anti rasial tersebut menghadapi berbagai cobaan. Ketika dia bebas dari penjara di pulau Robin, mantan presiden Afrika selatan tersebut mengunjungi sebuah makam keramat di pulau yang sama. Sambil menunjuk ke arah makam, Mandela berkata, ““Apalah artinya saya dipenjara di pulau ini selama 29 tahun, dibanding orang ini, sambil menunjuk ke kubur keramat itu!”
“Orang ini!” kata Mandela, “saya tidak tahu dari mana asalnya. Nampaknya dia seorang pejuang di negerinya sehingga dia begitu dihormati.”
“Orang ini,” kata Mandela, “dipenjarakan penjajah sampai dia mati di pulau ini. Dia tak pernah pulang ke negerinya.”

Siapa orang yang dimaksud Mandela sehingga membuat pengorbanan yang telah dia lakukan dianggap masih kurang besar?

Makam itu disebut oleh orang Afrika Selatan sebagai Kramat, sama dengan sebutan makam versi orang Indonesia. Tidak salah karena sosok yang dimakamkan di tempat tersebut adalah ulama besar asal Indonesia. Dia dikenal masyarakat setempat sebagai Sayed Abdurrahman Moturo, salah satu Pangeran dari Pulau Madura. Demikian media online, Merdeka.com menulis tentang orang yang dimaksud Nelson Mandela. (http://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-kramat-ulama-madura-di-penjara-nelson-mandela.html)

Siapa Sayed Abdurrahman Moturo? “the grave of Shaikh Mathura, the first man who reading the Holy Qur’an in South Africa.” Demikian tulisan berbahasa Inggris yang sempat dibaca mantan Mensesneg tersebut. Yusril menuturkan bahwa dia membaca literatur dan menemukan bahwa Sayed Maturo adalah Cakraningrat IV, seorang raja Madura yang diasingkan oleh pemerintah koloni Belanda.

Perjalanan Cakraningrat IV memang penuh liku. Dia adalah raja Madura bagian Barat. Masa kekuasaannya (1718-1746) berbarengan dengan hegemoni Mataram di tanah Jawa. Suntan Mataram saat itu adalah Amangkurat IV (1719-1726). Cakraningrat tidak memiliki hubungan baik dengan Amangkurat. Oleh karena itu dia tidak pernah berkenan mengunjungi Kertasura, pusat kekuasaan Mataram. Imbas dari ketidka harmonisan hubungan antara Raja Madura dan Sultan Mataram adalah masuknya Belanda sebagai pihak ketiga.

Ketika Sultan Amangkurat IV wapat dan digantikan oleh putranya Pakubuwana II yang baru berusia 16 Tahun, hubungan antara Madura dan Mataram mencair. Cakraningrat menikahi adik Pakubuwana. Cakraningrat pun sempat menyelamatkan keraton Kertasura dari makar para pemberontak yang beseberangan paham dengan Pakubuwana. Pasukan Cakraningrat berhasil menumpas pemberontakan di tahun 1742.

Peristiwa tersebut ternyata memicu konflik baru. Cakraningrat yang merasa berjasa menumpas pemberontakan diminta segera meninggalkan Kertasura oleh VOC. Merasa tidak dihormati, Raja Madura memboikot upeti beras dan bea pelabuhan Jawa Timur kepada VOC. Sempat akan diadakan perundingan antara VOC dan Cakraningrat di tahun 1744, namun ditolak oleh Cakraningrat. Hal ini memanaskan hubungan keduanya. Cakraningrat langsung angkat senjata, Madura Timur yang dikuasai Belanda diserang. Belanda marah dan Cakraningrat pun ditangkap berkat jasa Sultan Banjarmasin. Akhirnya Raja Madura tersebut dibuang ke Tanjung Harapan Afrika Selatan.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: