Islamisasi Pengetahuan Menurut Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud (tulisan pertama)

Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud merupakan cendikiawan muslim melayu yang lahir di Tanah Merah, Kelantan Malaysia. Beliau mencurahkan hidupnya bagi perkembangan sumber daya umat Islam terutama civitas akademia di perguruan-perguruan tinggi Islam. Prof. Wan memulai karirnya sebagai dosen di Fakultas Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia tahun 1979-1987.
Selepas dari UKM, Prof. Wan membantu Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib Al-Attas mendirikan ISTAC, International Institut of Islamic Thought and Civilization. Beliau diangkat menjadi wakil direktur ISTAC. Selain itu putra Kelantan ini terlibat aktif dalam kegiatan penerbitan serta perpustakaan.
Islamisasi Ilmu-Ilmu Kontemporer dan Pearn Universitas Islam dalam Konteks Dewesternisasi dan Dekolonisasi merupakan naskah pidato Prof. Wan saat pengukuhan gelar guru besar di Universiti Teknologi Malaysia, 29 Juni 2013. Prosesi ini dihadiri oleh lebih dari 550 akademisi dari berbagai universitas di dunia. Pidato ini dianggap sebagai manifestasi dari gerakan islamisasi ilmu kontemporer yang sudah didengungkan sejak tahun 70-an oleh Syed Naquib Al-Attas.
Dalam pandangan Prof. Wan, westernisasi dan kolonisasi dalam berbagai bentuknya masih berpengaruh dalam konteks globalisasi saat ini. Berbagai upaya yang dilakukan oleh sejumlah ilmuwan Muslim untuk melakukan Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer, dan keterkaitannya dengan diskursus tentang pendidikan dan universitas Islam, bukan hanya usaha yang sah untuk mempertahankan identitas agama dan budaya, tetapi juga menawarkan alternatif yang lebih baik dari modernitas Barat.
De-westernisasi dan Islamisasi ilmu kontemporer adalah salah satu usaha dari usaha-usaha ini. Dibandingkan dengan gerakan sejenis, Islamisasi ilmu kontemporer, lebih bersifat spiritual, komprehensif, universal dan lebih kuat pengaruhnya. Dengan islamiasi ilmu, pengaruh buruk budaya serta pemikiran Barat yang tersimpan dalam muatan science dapat dianulir.
Arkiteknotik dan Kepentingan Strategis Pendidikan Tinggi
Prof. Wan sebagai seorang akademisi yang terlahir dari kampus menyatakan bahwa pendidikan memiliki peran teramat vital dalam rangka mendapat supremasi di dunia internasional. Beliau menekankan betapa pentingnya pendidikan bagi umat.

“Pendidikan merupakan wahana terpenting bagi individu dan masyarakat untuk meraih kesejahteraan dan kemajuan. Tujuan pendidikan, sebagaimana sebagian besar aktivitas manusia yang fundamental, adalah satu refleksi dari pandangan alam (worldview) tertentu yang pada gilirannya akan dimasukkan ke dalam materi, metodologi ddan evaluasi pendidikan. Suatu worldview pada umumnya terbentuk oleh agama dan atau orientasi filsafat ditambah dengan lingkungan sosio-historisnya dalam berbagai derajat interaksi yang sangat kompleks.”

Umat sudah mulai memahami arti pendidikan bagi kehidupan. Hal ini tercermin dari tingginya perhatian mereka terhadap pedidikan dasar. Bahkan pemerintah di negara yang mayoritas penduduknya muslim sudah lama mencanangkan wajib belajar. Anak-anak digiring masuk ke lembaga pendidikan dengan berbagai kemudahan. Pemerintah menyiapkan dana khusus untuk menggratiskan sekolah.
Menurut Prof. Wan kecenderungan ini sangat positif. Tapi tidak boleh berhenti pada level pendidikan dasar. Umat harus terus didorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Universitas merupakan lembaga pendidikan formal tertinggi yang bisa membentuk karakteristik umat yang madani.

“Arkiteknotik dan kepentingan strategis dari institusi Pendidikan Tinggi belum lama mendapatkan pengakuan dan posisinya semakin menguat seiring dengan proses globalisasi dan ekonomi berbasis pengetahuan. Beberapa ilmuwan dengan tepat telah mengakui bahwa institusi Pendidikan Tinggi telah memainkan sebuah peran dalam perjuangan meraih supremasi internasional. Sejumlah akademisi terkemuka, lebih dari setengah abad lalu telah menekankan bahwa bangsa-bangsa yang bercita-cita mendapat pengaruh internasional seyogyanya mendirikan pusat-pusat studi yang unggul (excellent)pada level tertinggi.”

Ketika seorang akademisi sekelas Prof. Wan dihadapkan pada dua pilihan; pendidikan dasar atau perguruan tinggi, beliau menganggap keduanya sangat penting. Pendidikan dasar merupakan asas utama dari pembentukan manusia. Tapi pendidikan tinggi memiliki peran yang lebih penting lagi. Anak adalah hasil didikan orang tua. Kualitas pendidikan yang diberikan orang tua kepada anak terkait dengan kualitas pendidikan yang dimiliki oleh orang tua. Pada kasus orang tua yang kurang berpendidikan, anak hanya mendapatkan sedikit dibanding orang tua yang berpendidikan tinggi.

“Hal yang tidak ditekankan dalam tradisi yang sering diturunkan ini adalah bahwa orang dewasanya, terutama orang tua dan guru, adalah yang paling berperan dalam proses ini. Nabi diutus di semua tingkatan masyarakat, namun langsung pada pemikiran orang dewasa yang matang (bulugh) yang bisa bertanggungjawab. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan efektif terjadi di tingkat dewasa. Lebih jauh lagi, kesuksesan tingkat dasar dan menengah tergantung sekali pada kesuksesan terdahulu dan keefektivan dari institusi Pendidikan Tinggi, di mana, pembuat kebijakan, perancang kurikulum, guru-guru, administrator senior, dan bahkan orang tua sendiri, dididik dan dilatih. Lalu, sejumlah besar orang-orang di bidang pendidikan non-formal seperti media massa elektronik, institusi kegamaan dan politik adalah produk-produk dari institusi Pendidikan Tinggi. Semua individu ini, secara langsung maupun tidak, mempengaruhi isi dan metode dari pendidikan formal dan non-formal pada tingkat yang lebih rendah.”

Menimbang urgensi Pendidikan Tinggi secara arkiteknotik dan strategis, negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim harus mendirikan universitas berkelas internasional. Pendidikan terbaik yang dikelola secara profesional tentu akan menghasilkan sumber daya manusia yang paripurna.

Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: