Titik Temu Wahabi dan NU

Selama ini masyarakat diracuni oleh pertentangan antara wahabi dan nu. Pertentangan itu terasa begitu deras bukan di puncaknya, justru di akar rumputnya. Masyarakat nu dibuat benci terhadap wahabi. Demikian sebaliknya orang wahabi dibuat alergi terhadap nu.
Pertentangan ini terjadi bukan karena masing2 tahu tentang ajaran yg dianut, tapi karena setengah tahu. Wahabi yg alergi nu setengah tahu ajarannya. Demikian juga nu yg benci wahabi setengah tahu ajarannya. Jangan tanya kpd mereka sejauh mana mengetahui ajaran kelompok yg dibenci.
Keselahan informasi yg diperoleh, ditambah bumbu antipati membuat masalah semakin rumit. Terlebih faktor eksternal yg tdk terdeteksi. Bahwa dlm protokol zeonisme no 7 bahwa kaum zeonisme akan berupaya menciptakan konflik dan kekacauan dgn mengobarkan permusuhan dan pertentangan. Umat islam yg wahabi dan nu terjepit dlm perang tanpa musuh.
Sebenarnya tdk ada perbedaan yg mengharuskan wahabi dan nu bermusuhan. Wahabi bermadzhab kepada imam hambali. Selama ini mayoritas orang nu bermadzhab syafii. Imam hambali adalah murid terbaik imam syafii. Kedua ulama ini diakui sebagai bagian dari imam empat, selain maliki dan hanafi.
Banyak kesamaan yg dimiliki oleh kedua kelompok. Pertama sumber syariat islam baik menurut wahabi pun nu adalah al-Qur’an, hadits, ijma dan qiyas. Hadits yg digunakan keduanya adalh hadits shohih meskipun ahad. Wahabi dan nu percaya akan adanya siksa kubur, syafaat nabi dan orang sholeh di hari kiamat.
Kedua, sebagai konsekwensi menjlnkan ijma, wahabi dan nu melaksankn shalat jum’at dgn dua azan serta shalat tarawih 20 rakaat.
Ketiga, orang nu setiap waktu pergi ke makkah dan madinah. Mereka sholat jamaah dgn imam wahabi. Mereka tdk kunut saat sholat shubuh. Apakah orang nu mengulang sholat subuh? Tidak.
Memang ada perbedaan antara nu dan wahabi tapi itu biasa. Jangankan antar dua golongan adik dan kakak saja bisa berbeda.
Jadi tidak ada alasan saling benci antara nu dan wahabi. Polemik yg tercipta pastilah diciptakan oleh yg suka perpecahan. Tipe yahudi dlm al-Qur’an sudah dinyatakan TIDAK AKAN PERNAH RELA DGN UMAT ISLAM.
(Disarikan dari kolom opini KH. Ali Mustafa Ya’kub, imam besar masjid istiklal yg dimuat republika, jum’at 13 feb 2015) semoga bermanfaat

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: