Manusia Garam

Sumenep merupakan produsen garam terbanyak indonesia. Setiap tahun kabupaten yg berada di ujung timur pulau madura memasok garam nasional. Hamparan ladang garam bisa ditemui di jalan utama sampang -sumenep. Terlebih di daerah pesisir kalianget. Butiran2 putih berkilauan disorot matahari.
Bertani garam adalah profesi utama masyarakat pesisir sumenep. Selain melaut mencari ikan. Suhu udara yg panas ditunjang dgn curah hujan yg kecil, sangat pas untuk bertani garam. Setidaknya proses kristalisasi air laut membutuhkan suhu di atas 30 derajat celcius.
bisa dibayangkan betapa hebatnya petani garam menahan panas. Mereka berjibaku dgn suhu yg terkadang mencapai 34 derajat celcius. Mengalirkan air laut, menjaga proses kristalisasi dan memanen. Semuanya dilakukan secara tradisional. Mengandalkan tenaga manusia alias manual.
setelah panen garam dihargai 400 rupiah per kilogram. Harga garam tidak sehebat gula. Di minimarket garam dapur yg sudah dikemas 250 gram hanya dihargai rp. 2.000. Setara dengan dua permen kopiko.
mengapa garam murah? Apakah garam tdk banyak manfaatnya?
Mari sejenak kita membuka tutup saji meja makan. Di sana ada rendang daging sapi, ada pepes ikan mas, ada opor ayam, perkedel kentang, sayur asam, tempe goreng dan sambal.
rendang, pepes ikan, opor gurihnya bikin liur mengalir. Perkedel pun maknyus ditambah tempe goreng dan sambal waduh secara digoyang lidah. Demikian juga dgn sayur asem dan sayur2 lainnya.
nikmat.
Coba hilangkan garam dari semua masakan tersebut!
Bagaimana rasanya?
Hambar. Anyep. Datar
garam itu yg mbuat setiap makanan terasa nikmat. Garam itu yg menyudupkan rasa di lidah. Garam itu yg membangkitkan selera makan.
kenapa garam murah?
Sahabat, garam tdk pernah demo. Dia tidak mau boikot. Garam menerima peran. Dia sudah digariskan demikian.
Dalam hidup pun banyak diantara kita yg berperan sebagai garam. Selalu menjadi bagian dlm kegiatan. Memberi rasa pada karya. Tapi tidak mendapat harga yg tinggi.
gedung2 pencakar langit itu berdiri karena sosok2 manusia garam. Mereka menggali, memasang pondasi, kepanasan dan kehausan. Berapa rupiah yg didapat? Hanya cukup untuk mengisi perut sekeluarga. Tanpa mereka gambar digital yg didesain arsitek tdk mungkin terwujud.
Jalan2, pusat pertokoan, perkantoran, statsiun, bandara, terminal bersih berseri. Karena tangan2 yg memainkan sapu dan kain pel. Saat kebersihan tercipta yg mendapat anugerah adalah walikota. Tangan2 yg membersihkan itu dilupakan. Mereka adalah manusia garam.
manusia garam ada di mana2. Di pabrik, pusat pertokoan, perkantoran bahkan di lembaga pendidikan.
tanpa mereka hidup ini hambar. Tanpa mereka tidak ada karya tercipta. Tapi keberadaan mereka sering terlupa. Peran mereka dihargai murah. Seolah apa yg telah mereka lakukan tidak signifikan.
mereka manusia garam. Berkontribusi terus meski tidak diopeni. Karena mereka sadar, perannnya hanya memberi rasa bukan membuat karya.

Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: