Naik Haji

Sore kemarin waktu Saudi Arabia atau malam waktu Indonesia terjadi musibah di tanah suci. Sebuah crane jatuh menimpa bangunan masjid haram. Ratusan orang jamaah haji terluka, delapan puluh tujuh orang meninggal dunia.
Musibah yang didahului oleh badai tersebut menyisakan duka dan doa. Duka atas apa yang telah terjadi serta doa untuk kebaikan para korban, baik yang masih hidup atau yang wafat.
Meski terjadi bencana, tanah suci Mekah dan Madinah tidak akan pernah sepi peminat. Cuaca seekstrim apapun tidak bisa menghalangi niat kuat mengunjungi rumah suci. Halangan dan rintangan bukan menjadi pencegah sebaliknya menambah semangat. Apa lagi yang lebih baik dari hidup ini selain mengakhirinya dengan khusnul khotimah. Meninggal dalam keadaan beribadah merupakan salah satu contohnya.
Pernah terjadi tragedi terowongan mina yang menelan korban ribuan orang. Tahun berikutnya muslimin yang pergi haji tidak berkurang. Bahkan banyak yang rela menunggu antrian meski bertahun-tahun lamanya. Naik haji bagi umat Islam sudah menjadi cita-cita utama. Mimpi yang paling tinggi. Apapun cita-cita seorang anak, selalu naik haji terselip di dalamnya. Saya sering bertanya pada murid2. Apa cita-citamu? jawabannya ingin menjadi kiyai tentu dengan tambahan haji di belakangnya. Ada yang ingin menjadi pengusaha biar bisa pergi haji sekligus menghajikan orang tua. Ada yang ingin jadi dokter yang bergelar haji. Bahkan suatu ketika saya katakan kepada murid2. Kalau kalian diberi uang 100 juta, apa yang akan kalian lakukan? Mayoritas menjawab Naik Haji.
Diantara murid2 yang pernah saya tanya cita-citanya, ada yang serius. Dia ingin naik haji dengan uang sendiri. Jika melihat kondisi ekonomi keluarga, saya perkirakan ayahnya sanggup membiayai satu kursi baginya. Tapi tekadnya sudah bulat. Tidak ingin merepotkan orang tua.
Singkat cerita dia berusaha mengumpulkan uang. Kebetulan dia belajar cimande dan memang orang cimande ciawi. Seperti kebanyakan orang cimande, anak ini dibekali skil khusus. Pijat dan urut.
Beberapa orang menjadi langganan, termasuk saya. Setiap kali pijat dia dapat upah cape. Sekian bulan dia kumpulkan. Ternyata uang hasil memijat belum banyak. Dia pun mencari pekerjaan lain. Berhubung kuliah pagi, dia hanya punya waktu senggang sore sampai malam. Waktu kosong itu dia maksimalkan mencari tambahan. Alumni yang baru lulus tahun lalu tersebut ikut membantu orang tuanya jualan martabak. Meski sudah ada pegawai yang dipekerjakan orang tuanya, dia tetap ikut berdagang.
Setelah setahun terkumpullah uang sebesar tujuh juta rupiah. Untuk daftar haji dia sudah bisa, tapi belum mendapat jatah kursi. Untuk dapat jatah kursi, alumni tersebut harus setor sekitar dua puluh lima juta rupiah.
Berhubung tekad sudah bulat. Dia tidak mau mundur. Dan hebatnya tidak mau meminta kepada orang tua. Dia kekeh ingin naik haji dari hasil jerih payah sendiri. Alumni tersebut mulai putar otak. Mencari tambahan penghasilan lagi. Sebenarnya di kampus dia sudah mengajar cimande. Temen2 se fakultas banyak yang ingin belajar silat tradisional sunda tersebut. Tapi dia tidak mau membebani bayaran kepada murid2nya.
Sebuah ide pun muncul. Dia membeli beberapa buah loyang martabak. Tidak seperti sang ayah, Loyang yang dia beli dari pasar ukurannya lebih kecil. Dia ingin membuka stand martabak mini. Ide ini sudah bukan barang baru. Banyak yang buka martabak mini. Dia pun berkreasi. Agar jualannya memiliki nilai plus. Terlintas membuat martabak hijau.
Biasanya martabak berwarna coklat susu, dia ingin membuat image baru. Martabak hijau tentu unik dan menarik. Dia pun mulai produksi martabak hijau mini. Ternyata jualannya diterima pasar. Impian naik haji pun terus berkibar.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: